Sabtu, 29 Oktober 2011

ULAR juga punyak hak Hidup


Aku tak dapat melihat,
Aku tak dapat mendengar
tatapi ak dapat merasakan

Jalan membelah persawahan menjadi tempat akhir dari hidup kami
Berkali-kali kendaraan mengelindas tubuh  kami
Bisapun tak mampu melindungi kami apalegi suara desisan yang menjadi kami ditakuti

Ak tak jahat bila kau tak ganggu
Sesungguhnya siapakah yang jahat diantara kita
Ketakutan kalian akan kehadiranku sungguh tak beralasan

Sesuguhnya hanyalah tikus yang wajib takut pada kami
Darah tikus-tikus dengan perut buncitlah yang seharusnya menetes di parang kalian
Bukan darah kami dan juga bukan daging kami yang tersaji dalam piring kalian.

Kalimat itulah yang  pasti terlintas oleh seekor ular, ntah ular berbisa ataupun  tidak. Ular memang tampak sekilas menakutkan tetapi sebenarnya dia binatang yang manis. Siang kemarin aku melihat sebuah liputan di trans7 dengan acara Pasar Unik. Pasar ini benar-benar unik yaitu di daerah Sumatra terdapat sebuah pasar yang khusus menjual daging ular terutama ular piton yang dijadikan konsumsi warga. Berbagai macam jenis ular mulai dari batik, loreng, Albino, Hijau, Granit dan tiger. Memang sungguh tragis nasib ular ini. Padahal dalam rantai makanan ular memiliki peran yang cukup besar dalam membantu mengurangi populasi hama tikus. Para masyarakat di Sumatra itu memburu ulat piton untuk dikonsumsi yaitu dijadikan lauk-pauk sehari hari. ntalah agama penduduk di sana apa, maaf bukanya bermaksud RAS tetapi apa tidak ada makanan lain (lepas dari soal haram dan halal). Ular piton memang bukan binatang yang langka. Tetapi bukankah jika terus diburu suatu saat nanti juga akan punah. sayangi juga ular karena dia juga makluk hidup....
Read More - ULAR juga punyak hak Hidup
Read More - ULAR juga punyak hak Hidup

Minggu, 02 Oktober 2011

Perayaan Ultah "Blogku"

Yap, tepat di tanggal 2 Oktober 2011 nia-share berumur 1 tahun . Belum banyak yang bisa dibagi tetapi semoga yang telah dibagikan bermanfaat buat kita semua (baik kalian yang baca khususnya aku yang nulis juga) Amin…
Masih terbagi dalam 4 kolom ney :
1.      Akuntansi
Sebenarnya ini adalah kumpulan tugas-tugas, resensi, dan catatan dari dosen yang sengaja diapload. Dengan demikian akan bermanfaat  untuk orang lain karena akan sia-sia jika hanya ada di memori komputer. Padahal  tugas-tugas itu aku kerjakan saat orang lain terlelap,  dengan  kerja keras semalaman yang hanya dapat sebuah nilai tercetak di transkrip. Jadi silahkan saja yang mau copy paste. Bukan maksud buat orang lain malas/bodoh tetapi melihat dari sisi yang lain, dimana dengan copy paste kalian bisa kerjain tugas yang lain asal copy pastenya tetap baca dan sambil pahami isinya yaa. Tetapi jika kalian tetap “asal copy paste tanpa memahami maksud dari isinya “ yang rugi kan kalian sendiri,  bukan aku.
2.      Baca Buku
Buku yang aku buat sinopsisnya atau aku resensi di sini smuanya adalah buku yang telah aku baca dan menjadi pilihanku yang menurutku bagus, inspiratif dan keren.  Yah..klo  biasa-biasa saja gak akan aku rekomendasikan buat kalian baca tentunya. Di tahun ini aku suka dengan novel-novel yang mengispirasi seperti laskar pelangi, negeri 5 menara, ainun habibie de el el. Walaupun di akhir tahun ini merasa  bosan juga, bukan bukunya gak menarik tetapi muncul pikiran “percuma baca klo gak di praktekan buat apa cm jadi penonton mending kita jadi pemain” atau mungkin efek hukum Gossen : "Jika pemenuhan kebutuhan akan suatu jenis barang dilakukan secara terus-menerus, maka rasa nikmatnya mula-mula akan tinggi, namun semakin lama kenikmatan tersebut semakin menurun sampai akhirnya mencapai batas..alaeh sok ekonomi bgt..hahaha
3.      Petualangan dan Alam
Seluruh perjalanan petualanganku di alam aku tulis di sini. Buat aku petualangan adalah sesuatu yang menantang dan sesuatu yang baru dalam hidupku. Sehingga ada beberapa cerita yang menurut orang lain adalah sebuah perjalanan biasa tetapi  bagiku perjalan itu adalah sesuatu yang mengesankan sehingga aku kategorikan dalam petualan dan alam. Oia, tidak  semua dari perjalanan sempat aku critakan di  blog ini lho..dan bukan berati perjalanya tidak menarik/seru tetapi  karena keterbatasan waktu dan tenaga jadi buat sahabatku yang telah berpetualangan denganku, belum sempat aku tulis "maafkanlah" atau bagaimana jika kalian yang menulisnya ?
4.      Pernik
Dalam kolom pernik aku ceritakan semua informasi kehidupanku dan apa yang menjadi pemikiranku selama ini. Jadi lebih ke Buku diary gitu dech dan ada beberapa informasi yang tercampur-campur. Hehehe..

Selamat membaca dan Makasih buat yang telah mampir bahkan yang tidak sengaja nyasar di blogku.

Read More - Perayaan Ultah "Blogku"
Read More - Perayaan Ultah "Blogku"

Jumat, 23 September 2011

GUNUNG RINJANI (3726) yang menawan...

HUAAAA, maaf ini baru cerita soal Pendakian ke Rinjani. Gunung Rinjani adalah gunung berapi tertinggi ke dua di Indonesia.   Dan akhirnya setelah beberapa tahun vakum mendaki gunung, di awal bulan September ini saya bisa menginjakan kaki di Gunung Rinjani. Bener-bener terasa seperti mimpi. bagaimana tidak ? sudah lama sekali saya ingin mendaki gunung Rinjani. Persiapan biaya sampai waktu dah siap hanya patner saja yang belum ada.  Banyak sekali yang membuat saya iri seperti iklan rokok tentang petualangan di gunung Rinjani yang setiap hari diputar. FTV ada yang berjudul “Cintaq di Gunung Rinjani” walaupun hanya di lereng kaki Rinjani telah mampu menarik hati untuk dikunjunggi. Dari Sekian gunung yang pernah aku daki, Gunung rinjani untuku menawarkan sebuah keindahan tersendiri sehingga banyak hal yang membuatku ingin kembali kesana. Dengan semua keindahanya rasanya ingin juga bermimpi dilamar atau haneymoon di gunung Rinjani (ayuk yank kesana, semoga saja fajar mau...www.ngarepbgt.com)..hehehe

Dalam pendakian kali ini aku tidak bersama tim biasanya melainkan bersama dengan mbah, kadir, tyo, am, domba, dan ema. Ini adalah pendakianku pertama bersama mereka (kan biasa dengan chen, Edo, antok, Echa dll). Mereka tim yang hebat yang tergabung dalam group shadow adventure. Mereka solid banget  dan yang paling menyenangkan para adam tidak ada yang merokok sehingga dalam perjalan benar-benar bebas dari asap. Semoga lain waktu ada kesempatan lagi mendaki dengan mereka. Amin

Kami sepakat bertemu di terminal mandalika. Para adam (mbah, kadir, aam, tyo dan domba) untuk menuju lombok menggunakan jalur darat yaitu dengan bus. Sementara kaum hawa saya dan ema naik pesawat. Ada beberapa jalur utama dan resmi yang sering dugunakan oleh pendaki menuju puncak Gunung Rinjani (3726). Jalur tersebut adalah Jalur Sembalun (terjal+dekat) , Jalur senaru (landai+jauh+segara anak) dan Jalur Torean. Saat itu kami memilih mendaki melalui jalur sembalun dan turun melalui jalur senaru yang merupakan favorit para pendaki.

Mataram – Sembalun Lawang (± 5 jam kendaraan umum)
           Pukul 14.00 wib kami berkumpul di stasiun Mandalika. Untuk menuju perijinan sembalun dari kota Mataram (terminal mandalika) kita  dapat naik mobil. Dibutuhkan keahlian tawar menawar untuk memperoleh sebuah mobil dan sesampai di sebuah pasar, kami melanjutkan naik bak terbuka ( tarif sudah ditentukan di terminal mandalika). Dari sebuah pasar kita menuju taman nasional Gn. Rinjani dengan jalan beraspal mulus yang berliku-liku Saat itu kebetulan sopir kami sangat ahli, dengan kecepatan tinggi menembus perbukitan TN. Gn Rinjani, sumpah keren abis terasa naik jet cooster. Sepanjang perjalanan kita dapat menikmati keindahan hutan tropis khas Indonesia dan terlihat juga beberapa monyet menyambut kami…hihihi. Selain hutan sesekali puncak Gn Rinjani juga kelihatan yang diselingi dengan perbukitan, tebing, dan jurang.

Sembalun Lawang – Pelawangan Sembalun ( ± 9 Jam Jalan Kaki)
Sebagian waktu pendakian  kami buat untuk makan dengan acara memasak yang menghidangkan menu nasi+ikan asin+telur dadar+teh di bawah pohon yang berada di tengah-tengah  padang savana. selain itu kami sempatkan tidur siang, sungguh mengesankan !!!(tepatnya ketiduran..hihihi). Sepanjang Perjalanan  didominasi oleh padang savana yang panas  menyengat, namun sesaat ditiup oleh  terpana angin dan disuguhi oleh indahnya pemandangan padang rumput dan hutan yang luas dengan lembah-lembah nan hijau disebelah timur Gunung Rinjani. Alhamdullah, bukit yang melegenda yaitu “Bukit Penyesalan” telah ditutup karena kebakaran hutan..(eh bersyukur krn tidak capek lho, bukan bersyukur karena hutan terbakar) tetapi hal itu juga digantikan beberapa bukit yang cukup melelahkan dengan total 6 bukit yang harus kami daki.Oia untuk air sebaiknya siapkan mulai dari perijinan, karena air bersih baru ada setelah di Pelawangan Sembalun.

Pelawangan Sembalun  - Puncak Gunung Rinjani (± 7 Jam Jalan Kaki)
Sesampai pelawangan sembalun kita dapat mendirikan tenda sekaligus tempat untuk meninggalkan barang bawaan kita untuk menuju puncak. Di Pelawangan sembalun juga kami mendirikan tenda dan untuk malam ini menu kami adalah nasi+mie goreng+ sosis+ telur asin + susu jahe + nutri jell ( benar-benar camping  mewah sepertinya kali ini) Ketika saat musim pendakian agustus-oktober banyak wisatawan asing yang mengunjungi Gn Rinjani. (ada bule ganti baju seenaknya, bule daki membawa banyak boneka, sampai bule menitihkan air mata berharap ada helicopter…hehehe ada-ada az, klo aku berharap ada flaying fox).
Pendakian ke puncak kami lakukan pada pukul 02 dinihari. Ini dimaksudkan agar pada pagi harinya dapat menikmati matahari terbit (Sunrise). Perjalanan ke puncak kali ini  kami melewati pasir dan jalan-jalan sisa air lahar yang sidikit terjal dan berdebu.  Pukul 07.00 puncak telah kelihatan dan matahari telah bersinar di balik punggung Puncak Rinjani yang memberikan kehangatan (dalam pendakian ke Gunung Rinjani kali ini memang cuaca tidak terlalu dinggin, bahkan rekor terdingin sampai ada es masih di pegang oleh  Semeru ketika aku mendaki di bulan Agustus). Perjalanan ke Puncak semakin sulit karena medan yang terjal dengan bebatuan dan  pasir, melangkah 5 langkah akan turun sampai 4 langkah , sungguh berat ..hehehe..(aku terus mengikuti jejak kaki kadir tetapi akhirnya di rusak oleh beberapa bule, dan tertinggal jauh dari kadir). Makasih buat mas dari jogya yang memberi aku minum di atas dan aku lupa namanya (maaf mas). Dari   Pucak Gunung Rinjani serta dapat menikmati pemandangan seluruh pulau Lombok. Puncak Rinjani, tunggu aku lagi..aku kan tebus semuanya..ckckckck.. (puncak koq kayak pasar rame baget..pake ngantri lagi). Ketika mendaki menuju puncak hanya sesekali bertemu dengan orang Indonesia, dan sungguh aneh karena kami justru lebih sering bertemu dengan pendaki mancanegara dari seluruh dunia.

Pelawangan Sembalun  - Danau Segara Anak (± 3 Jam Jalan Kaki )
Setelah dari puncak kami memilih untuk bercam di Danau segara Anak.  Perjalanan menuju Danau segara Anak cukup terjal yang terdiri dari bebatuaan. Sekitar pukul 17.00 kami sampai di segara Anak. Rasa capek dan lelah terbayar kembali oleh indahnya kawah Gn. Rinjani  yang disebut danau Segara Anak dengan kedalaman sekitar 230m. Danau Segara Anak ini banyak terdapat ikan mas dan mujair, sehingga sering digunakan untuk memancing. Menurut  bapak2  yang kami temui,  Mantan Presiden Soehartolah yang menabur benih ikan ke danau dengan sebuah helicopter ( dalam hati..wah si bule kalah neh ma Pak Harto). Di Danau segara anak inilah kami mendirikan tenda.  Didaerah perkemahan danau ini juga terdapat  sumber air yang dapat dijadikan perbekalan dan terdapat sumber air panas belerang. Sumpah keren banget, habis daki puncak  cukup tiga jam perjalanan bisa spa dan terasa pijat refleksi.  Banyak juga lho orang yang daki cuma sampai Segara anak, mulai hanya memancing ataupun buat mandi di Segara Anak, bahkan selain menawarkan pemandangan yang indah segara anak bagi beberapa orang juga memberikan sisi spiritual tersendiri karena beberapa orang yang datang mengaku hanya ingin memandikan keris atau barang pusakanya. (bayanganku, segara anak seperti ranu Kumbolo ternyata lebih Indah, dan disini nyesel tidak membawa cukup baju buat berendam..hihihi). 

Danau Segara Anak -Senaru Lawang (± 10 Jam Jalan Kaki)
Sekitar pukul 08.00 pagi esok harinya kami pulang menuju pintu senaru dan menjadi target kami, bahwa cukup sehari saja perjalan turun gunung kami. Dari Danau Segara Anak ke Pelawangan Senaru kita melewati jalur bebatuan yang dari kawah harus naik kembali ke atas. Sampai pelawangan seluruh kawah dan Gunung Baru terlihat (dan saat inilah yang berat melihat kebelakang seolah terasa berat untuk pulang..hiks). Dari Pelawangan Senaru menuju  Senaru Lawang pemandangan berubah dari bebatuan menjadi berpasir dengan pasir  nan gersang dan berdebu. Dan sampai  di pos 5 pemandangan sekitar pun akan berubah, sepanjang jalan pendaki dapat menikmati keindahan hutan belantara. Dengan Jenis Hutan sub Tropis/Hutan Hujan sehingga cuaca yang semula kering menjadi basah dan lembab, dengan cuaca seperti inilah sangat rawan akan masuk angin.


Senaru Lawang - Mataram  (± 3,5 Jam Kendaraan Umum)
         Dari Desa Senaru yang terletak di wilayah Lombok Barat berada di sebelah utara lereng Rinjani. Terdapat juga air terjun yang sangat menarik, yakni air terjun Sendang gile dan Tiu Tilep. Di desa inilah terdapat kantor Rinjani Trek Center yang berada pada ketinggian 601 mdpl dengan para petugas yang ramah sekali (trimakasih pak, buat air panasnya dan mau mencarikan mobil untuk kami semua !!!! maaf tidak sempat ingat nama bapak siapa). Jarak Desa Senaru ke kota Mataram sekitar 80 km.  Dari Rinjani  Trek Center kami langsung meminta kepada bapak sopir mengantar kami di agen travel bis yang ada di mataram. Pemandangan sepanjang jalan berbeda dari Jalur Sembalun yaitu sepanjang jalan ini kami dapat melihat pemukiman penduduk,pantai-pantai yang indah Angin sepoi yang semilir dapat kami rasakan menghilakan rasa lelah dan penat yang ada di pikiran (tyo,ema, dan am telah tertidur dalam buaian mimpi sepanjang pantai gili trawangan). Tidak hanya itu setelah pantai kembali kami melewati hutan yang disamping kanan berjejer pedagang durian, alhasil 4 buah “durian Lombok” kami nikmati.  Benar-benar sebuah Pendakian yang lengkap  bukan!!!

Read More - GUNUNG RINJANI (3726) yang menawan...
Read More - GUNUNG RINJANI (3726) yang menawan...

Senin, 15 Agustus 2011

Review : 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA





Judul : 99 Cahaya di Langit Eropa, Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa
Penulis : Hanum Salsabiela Rais, Rangga Almahendra
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan I, Juli 2011
Tebal : 424 Halaman




Eropa dan Islam, menurutku keduanya sesuatu yang berbeda, jauh dan tidak pernah bersatu. Tetapi ternyata tidak seperti itu. Dan buku inilah yang menyangkal pendapatku itu. Buku ini awalnya tidak ada dalam list buku beli di bulan ini. Ketika saya akan membeli novel “madre-dee” justru menemukan buku ini. Mendengar kata Eropa memang dalam benak saya selalu saja Italy dengan Stadion Sansiro dan Prancis dengan Eifellnya (seperti apa yang di tulis dalam buku ini di bagian sampul belakang). Pada saat itu di toko buku hanya tinggal satu buku terplastik rapat sehingga saya tidak tahu isi di dalamnya seperti apa , membuat saya harus memilih antara novel Madree to Buku ini (maklum dalam anggaran saya satu bulan hanya 1 buku..hehehe). Dengan menimbang, mengigat yang akhirnya saya putuskan untuk membeli buku ini dengan alasan tinggal satu, sementara novel madre masih setumpuk.
Buku ini bercerita tentang perjalanan si penulis untuk menapaki jejak-jejak peninggalan kebudayaan Islam di benua Eropa. Jarang sekali buku yang menampilkan sejarah Islam dengan kemasan yang tidak membosankan dan sangat mudah untuk dimengerti. Kalau saja saya tidak membaca buku ini, saya benar-benar tidak tahu bahwa Kebudayaan Islam sampai di Eropa.
Di kota Wina penulis memulai perjalananya. Diawali dari cerita pasukan muslim Ottoman yang berusaha menakluk Eropa dimana dipimpin oleh Kara Mustafa Pasha. Pasukan Muslim ini akhirnya kalah dalam pertempuran yang membuat kota Wina gagal ditaklukkan sehingga ekpansi Muslim pun berhenti sampai disitu. Kuliner yang terkenal di Eropa yang ada hubungannya dengan Islam juga dibahas di buku ini. Ternyata, asal roti Croissant bukanlah dari Prancis, melainkan diciptakan di Wina untuk merayakan kekalahan pasukan Turki. Cappucino konon juga bukan berasal dari Italia, melainkan dari biji-biji kopi Turki yang tertinggal di medan perang Pertempuran Wina. 
Paris adalah kota kedua yang menjadi cerita. Di buku ini ditulis “Paris bukanlah sekedar Eiffel atau Louvre. Tapi lebih dari dua bangunan ‘kecil’ itu”. Dan ternyata paris menyimpan banyak Sejarah Islam Seperti di museum Louvre, yang tidak hanya memajang lukisan Monalisa saja tetapi Vierge à L’Enfant (Bunda Maria dan Bayi Yesus) karya Ugolino di Nerio 1315-1320 dimana terdapat kalimat Laa ilaa ha illallah pada pinggiran hijab bunda Maria. Selain itu tentang Axe Historique atau Voiec Triomphale “jalan Kemenangan” yaitu garis imajiner di Paris yang dibuat Napoleon Bonaparte yang melintasi Arc de Triomphe du Carrousel, obelisk di Place de la Concorde, Arc de Triomphe de l’Étoile, dan Grande Arche de La Défense, yang katanya jika diteruskan ke arah tenggara akan sampai ke Ka’bah.(dengan kata lain jalan kemenangan adalah jalan ke Ka’bah).
Cordoba di Spanyol mendapat sebutan The City of Light yang menjadi pusat Islam di Eropa ketika itu. Dimana di Cordoba terdapat Mezquita atau Cathedral Cordoba yaitu masjid yang diubah menjadi katedral di Cordoba. Diceritakan Seluruh negara di Eropa iri akan kemajuan dan kemoderenannya dan kehidupan warganya yang terkenal damai dan harmonis meski berbeda kepercayaan. Ketika itu mereka meniru segala sesuatu termasuk karya seni kaligrafi yang terdapat pada setiap benda yang dimiliki oleh Muslim, baik itu bangunan ataukah pakaian. 
Di Istambul Turki terdapat Hagia Sophia yaitu gereja yang diubah menjadi masjid selama kekuasaan Turki Utsmani, dan kemudian diubah menjadi museum setelah Turki berubah menjadi republik.
Buku ini benar membuat saya bangga akan Islam. Ingin juga rasanya menikmati perjalanan yang sama seperti Mbak Hanum (www.ngarep.com). Kalian harus baca, dan rasakan petualanganya…


Read More - Review : 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA
Read More - Review : 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA

Senin, 01 Agustus 2011

Pemahaman Mengenai Pengendalian Intern (Tugas Resumq Audit /9)



Pemahaman Mengenai Pengendalian Intern 

PENGANTAR PENGENDALIAN INTERN
• Pentingnya Pengendalian Intern
Pentingnya pengendalian intern bagi manajemen dan auditor independen telah diakui dalam literatur profesional. Suatu terbitan tahun 1947 oleh AICPA yang berjudul Internal Control menyebutkan faktor-faktor berikut sebagai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap meluasnya pengakuan atas pentingnya pengendalian intern :
a.       Lingkup dan ukuran bisnis entitas telah menjadi sangat kompleks dan tersebar luas sehingga manajemen harus bergantung pada sejumlah laporan dan analisis untuk mengendalikan operasi secara efektif
b.      Pengujian dan penelaahan yang melekat dalam sistem pengendalian intern yang baik menyediakan perlindungan terhadap kelemahan manusia dan mengurangi kemungkinan terjadinya kekeliruan dan ketidak beresan
c.       Tidak praktis bagi auditor untuk melakukan audit atas kebanyakan perusahaan dengan pembatasan biaya ekonomi tanpa menggantungkan pada sistem pengendalian intern klien

• Definisi, Konsep Dasar, dan Komponen
Pengendalian intern adalah suatu proses yang dilaksanakan oleh dewan direksi, manajemen, dan personel lainnya dalam suatu entitas, yang dirancang untuk menyediakan keyakinan yang memadai berkenaan dengan pencapaian tujuan dalam kategori :
a.       Keandalan laporan keuangan
b.      Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku
c.       Efektivitas dan efisiensi operasi

Laporan COSO menekankan bahwa konsep fundamental dinyatakan dalam beberapa definisi berikut :
a.       Pengendalian intern merupakan suatu proses. Ini berarti alat untuk mencapai suatu akhir, bukan akhir itu sendiri. Pengendalian intern terdiri dari serangkaian tindakan yang meresap dan terintegrasi dengan, tidak ditambahkan kedalam, infrastruktur suatu entitas.
b.      Pengendalian intern dilaksanakan oleh orang. Pengendalian intern bukan hanya suatu manual kebijakan dan formulir-formulir, orang pada berbagai tingkatan organisasi, termasuk dewan direksi, manajemen, dan personel lainnya.
c.       Pengendalian intern dapat diharapkan untuk menyediakan hanya keyakinan yang memadai, bukan keyakinan yang mutlak, kepada manajemen dan dewan direksi suatu entitas karena keterbatasan yang melekat dalam semua sistem pengendalian intern dan perlunya untuk mempertimbangkan biaya dan manfaat relatif dari pengadaan pengendalian .
d.      Pengendalian intern diarahkan pada pencapaian tujuan dalam kategori yang saling tumpang tindih dari pelaporan keuangan, kepatuhan, dan operasi.
Untuk menyediakan suatu struktur dalam mempertimbangkan banyak kemungkinan pengendalian yang berhubungan dengan tujuan entitas, laporan COSO mengidentifikasi lima komponen pengendalian intern yang saling berhubungan, yaitu :
a.       Lingkungan pengendalian
b.      Penilaian risiko
c.       Aktivitas pengendalian
d.      Informasi dan komunikasi
e.       Pemantauan
• Tujuan Entitas dan Pengendalian Intern Relevan yang Berhubungan dengan Suatu
Audit
Manajemen mengadopsi pengendalian intern untuk menyediakan keyakinan yang memadai dalam mencapai tiga kategori tujuan, yaitu :
a.       Keandalan dari informasi keuangan
b.      Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku
c.       Efektivitas dan efisiensi dari operasi
Karena tidak semua dari tujuan tersebut dan pengendalian yang mendukung relevan dengan suatu audit laporan keuangan, satu dari tugas pertama auditor untuk memenuhi standar pekerjaan lapangan kedua adalah mengidentifikasikan tujuan tersebut dan pengendalian yang relevan. Yang menjadi perhatian penting adalah pengendalian yang dimaksudkan untuk menyediakan keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan yang disusun oleh manajemen untuk pemakai eksternal telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.

• Keterbatasan Pengendalian Intern Suatu Entitas
Consideration of Internal Control in a Financial Statement Audit, mengidentifikasi keterbatasan yang melekat berikut yang menjelaskan mengapa pengendalian intern, sebaik apapun ia dirancang dan dioperasikan, hanya dapat menyediakan keyakinan yang memadai berkenaan dengan pencapaian tujuan pengendalian suatu entitas.
a.       Kesalahan dalam pertimbangan
b.      Kemacetan
c.       Kolusi
d.      Penolakan manajemen
e.       Biaya versus manfaat

• Peran dan Tanggung Jawab
a.       Manajemen. Merupakan tanggung jawab manajemen untuk menciptakan pengendalian intern yang efektif.
b.      Dewan direksi dan komite audit. Anggota dewan sebagai harus menentukan bahwa manajemen telah memenuhi tanggung jawabnya untuk menciptakan dan memelihara pengendalian intern. Komite audit harus waspada dalam mengidentifikasi keberadaan penolakan manajemen atas pengendalian atau pelaporan keuangan yang curang, dan mengambil tindakan yang diperlukan.
c.       Auditor internal. Auditor internal harus memeriksa dan mengevaluasi kecukupan pengendalian intern suatu entitas secara periodik dan membuat rekomendasi untuk perbaikan, tetapi mereka tidak memiliki tanggung jawab utama untuk menciptakan dan memelihara pengendalian intern.
d.      Personel entitas lainnya. Peran dan tanggung jawab dari semua personel lain yang menyediakan informasi atau menggunakan informasi harus memahami bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk mengkomunikasikan masalah apapun yang tidak sesuai dengan pengendalian atau tindakan melawan hukum yang mereka temui kepada tingkat yang lebih tinggi.
e.       Auditor independen. Sebagai hasil dari proseduraudit laporan keuangan, seorang auditor eksternal mungkin akan menemukan kekurangan dalam pengendalian intern yang akan dikomunikasikan kepada manajemen, komite audit, atau dewan direksi, bersamaan dengan rekomendasi perbaikan.
f.       Pihak eksternal lainnya. Pembuat aturan menetapkan persyaratan minimum untuk pengadaan pengendalian intern oleh entitas-entitas tertentu. Contohnya adalah Foreign Corrupt Act tahun 1977 dan Federal Deposit Insurance Corporation Improvement Act tahun 1991.

KOMPONEN PENGENDALIAN INTERN
• Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian menetapkan suasana dari suatu organisasi yang mempengaruhi kesadaran akan pengendalian dan orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan pondasi dari semua komponen pengendalian intern lainnya yang menyediakan disiplin dan struktur. Sejumlah faktor membentuk lingkungan pengendalian dalam suatu entitas yang diantaranya adalah sebagai berikut :
a.       Integritas dan nilai etika
b.      Komitmen terhadap kompetensi
c.       Dewan direksi dan komite audit
d.      Filosofi dan gaya operasi manajemen
e.       Struktur organisasi
f.       Penetapan wewenang dan tanggung jawab
g.      Kebijakan dan praktik sumber daya manusia

• Penilaian Risiko
Penilaian risiko untuk tujuan pelaporan keuangan adalah identifikasi analisis, dan pengelolaan risiko suatu entitas yang relevan dengan penyusunan laporan keuangan yang disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Penilaian risiko oleh manajemen juga harus mencakup pertimbangan khusus atas risiko yang dapat muncul dari perubahan kondisi seperti yang diuraikan dalam AU 319.29 :
a.       Perubahan dalam lingkungan operasi
b.      Personel baru
c.       Sistem informasi yang baru atau dimodifikasi
d.      Pertumbuhan yang cepat
e.       Teknologi baru
f.       Lini, produk, atau aktivitas baru
g.      Restrukturisasi perusahaan
h.      Operasi di luar negeri
i.        Pernyataan akuntansi

• Informasi dan Komunikasi
Sistem informasi dan komunikasi yang relevan dengan tujuan pelaporan keuangan, yang memasukkan sistem akuntansi, terdiri dari metode-metode dan catatan-catatan yang diciptakan untuk mengidentifikasi, mengumpulakan, menganalisis, mengklarifikasi, mencatat, dan melaporkan transaksi-transaksi entitas dan untuk memelihara akuntabilitas dari aktiva-aktiva dan kewajiban-kewajiban yang berhubungan. Komunikasi melibatkan penyediaan suatu pemahaman yang jelas mengenai peran dan tanggung jawab individu berkenaan dengan pengendalian intren atas pelaporan keuangan.

• Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian yang relevan dengan audit laporan keuangan dapat dikategorikan dalam berbagai cara. Salah satu cara adalah sebagai berikut :
a.       Pemisahan tugas
b.       Pengendalian pemrosesan informasi
- Pengendalian umum
- Pengendalian aplikasi
c. Pengendalian fisik
d. Review kinerja


• Pemantauan
Pemantauan adalah suatu proses yang menilai kualitas kinerja pengendalian intern pada suatu waktu. Pemantauan melibatkan penilaian rancangan dan pengoperasian pengendalian dengan dasar waktu dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan.

• Penerapan Komponen pada Entitas Kecil dan Menengah
Kelima komponen pengendalian intern dapat diterapkan entitas dengan semua ukuran. Namun demikian, tingkat formalitas dan spesifikasi mengenai bagaimana komponen-komponen tersebut diimplementasikan dapat sangat bervariasi untuk alasan praktik dan kelayakan. AU 319.15 mengidentifikasi faktor-faktor berikut yang akan dipertimbangkan dalam memutuskan bagaimana mengimplementasikan setiap komponen tersebut. Faktor-faktor tersebut yaitu :
a.       Ukuran entitas
b.      Karakteristik organisasi dan kepemilikan
c.       Sifat dari usaha
d.      Keanekaragaman dan kompleksitas dari operasi
e.       Metode pemrosesan data
f.       Persyaratan hukum dan peraturan yang berlaku


MEMPEROLEH SUATU PEMAHAMAN MENGENAI PENGENDALIAN INTERN
• Pemahaman Lingkungan Pengendalian
AU 319.26 menyatakan bahwa auditor harus memperoleh pengetahuan mengenai lingkungan pengendalian yang mencukupi untuk memahami sikap dan tindakan manajemen serta dewan direksi berkenaan dengan lingkungan pengendalian, dengan mempertimbangkan baik substansi pengendalianmaupun dampak kolektif mereka pada pengendalian lain.

• Pemahaman Penilaian Risiko

AU 319.30 menyatakan bahwa auditor harus menentukan bagaimana manajemen mengidentifikasi resiko yang relevan terhadap penyajian laporan keuangan yang wajar, kepedulian mengenai bagaimana ia menilai signifikasi dari risiko tersebut dan bagaimana ia memutuskan aktivitas pengendalian atau tindakan lain berkenaan dengan risiko tersebut.

• Pemahaman Informasi dan Komunikasi
Suatu sistem informasi entitas secara signifikan mempengaruhi risiko salah saji material dalam laporan keuangan. Secara khusus, sistem akuntansi yang dirancang dengan baik secara efektif beroperasi harus menyediakan dana akuntansi yang dapat diandalkan, sementara sistem yang dirancang dengan buruk akan memberikan hasil sebaliknya.
• Pemahaman Aktivitas Pengendalian
AU 319.33 menunjukkan bahwa auditor harus memperoleh suatu pemahaman tentang aktivitas pengendalian yang relevan dengan perencanaan audit. Dalam memperoleh suatu pemahaman mengenai lingkungan pengendalian, penilaian risiko, informasi dan komunikasi, serta komponen pemantauan dari pengendalian intern, auditor secara tidak langsung akanmemperoleh pengetahuan mengenai beberapa aktivitas pengendalian.

• Pemahaman Pemantauan
AU 319.41 menyarankan agar prosedur memperoleh suatu pemahaman terdiri dari :
a.       Review pengalaman masa lalu dengan klien
b.      Mengajukan pertanyaan kepada manajemen, pengawas, dan staf personel yang tepat
c.       Memeriksa dokumen dan catatan
d.      Mengamati aktivitas dan operasi entitas


MENDOKUMENTASIKAN PEMAHAMAN

• Kuesioner
Kuesioner terdiri dari serangkaian pertanyaan mengenai pengendalian intern yang perlu dipertimbangkan auditor untuk mencegah salah saji yang material dalam laporan keuangan.beberapa kantor akuntan menggunakan kuesioner yang berbeda untuk klien besar dan klien kecil.

• Bagan Arus
Bagan arus (flowcharts) adalah suatu diagram sistematik dengan menggunakan simbol-simbol terstandarisasi, garis arus yang saling berhubungan, dan keterangan yang menggambarkan langkah-langkah yang terlibat dalam memproses informasi melalui sistem informasi.

• Memorandum Naratif
Memorandum naratif terdiri dari komentar-komentar tertulis berkenaan dengan pertimbangan auditor atas pengendalian intern. Memorandum dapat digunakan untuk melengkapi bagan arus atau bentuk pendokumentasian lain dengan meringkas keseluruhan pemahaman auditor mengenai pengendalian intern, komponen individu dari pengendalian intern, atau kebijakan.

Read More - Pemahaman Mengenai Pengendalian Intern (Tugas Resumq Audit /9)
Read More - Pemahaman Mengenai Pengendalian Intern (Tugas Resumq Audit /9)

MATERIALITAS, RESIKO, DAN STRATEGI AUDIT PENDAHULUAN (Tugas Resumq Audit 1/8)





MATERIALITAS
Materialitas merupakan dasar penerapan dasar auditing, terutama standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan. Materialitas adalah besarnya nilai yang dihilangkan atau salah saji informasi akuntansi, yang dilihat dari keadaan yang melingkupinya, dapat mengakibatkan perubahan atas suatu pengaruh terhadap pertimbangan orang yang meletakkan kepercayaan terhadap informasi tersebut, karena adanya penghilangan atau salah saji itu.
Dalam laporan audit atas laporan keuangan, auditor tidak dapat memberikan jaminan (guarantee) bagi klien atau pemakai laporan keuangan yang lain, bahwa laporan keuangan auditan adalah akurat.

Pertimbangan Awal tentang Materialitas
Auditor melakukan pertimbangan awal tentang tingkat materialitas dalam perencanaan auditnya. Penentuan materialitas ini, yang seringkali disebut dengan materialitas perencanaan, mungkin dapat berbeda dengan tingkat materialitas yang digunakan pada saat pengambilan kesimpulan audit dan dalam mengevaluasi temuan audit karena (1) keadaan yang melingkupi berubah (2) informasi tambahan tentang klien dapat diperoleh selama berlangsungnya audit.

Materialitas pada tingkat Laporan Keuangan
Auditor menggunakan dua cara dalam menerapkan materialitas. (1) auditor menggunakan materialitas dalam perencanaan audit dan (2) pada saat mengevaluasi bukti audit dalam pelaksanan audit.

MATERIALITAS pada Tingkat Saldo akun
Materialitas pada tingkat saldo akun adalah salah saji minimum yang mungkin terdapat dalam saldo akun yang dipandang sebagai salah saji material. Konsep materialitas pada tingkat saldo akun tidak boleh dicampuradukkan dengan istilah saldo akun material.

Alokasi MATERIALITAS laporan Keuangan ke Akun
Dalam melakukan alokasi, auditor harus mempertimbangkan kemungkinan terjadinya salah saji dalam akun tertentu dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk memverifikasi akun tersebut.

Hubungan antara MATERIALITAS dengan bukti audit
Materialitas merupakan satu diantara berbagai faktor yang mempengaruhi pertimbangan auditor tentang kecukupan ( kuantitas ) bukti audit. Dalam membuat generalisasi hubungan antara materialitas dengan bukti audit, perbedaan istilah materialitas dan saldo akun material harus tetap diperhatikan. Semakin rendah tingkat materialitas, semakin besar jumlah bukti yang diperlukan ( hubungan terbalik ).

RISIKO AUDIT
Dalam perencanaan audit, auditor harus mempertimbangkan risiko audit. Menurut SA Seksi 312 risiko Audit dan Materialitas dalam Pelaksanaan Audit, risiko audit adalah risiko yang terjadi dalam hal auditor, tanpa disadari, tidak memodifikasi pendapatnya sebagaimana mestinya, atas suatu laporan keuangan yang mengandung salah saji material.

RISIKO Audit Keseluruhan ( Overall Audit Risk )
Risiko audit dapat ditaksir secara kuantitatif atau kualitatif. Dalam penentuan risiko audit keseluruhan, auditor juga menyatakan tingkat kepercayaan (level of confidence).

RISIKO Audit Individual
Karena audit mencakup pemeriksaan terhadap akun-akun secara indivual, risiko audit keseluruhan harus dialokasikan kepada akun-akun yang berkaitan.

Unsur RISIKO Audit
Terdapat tiga unsur risiko audit : (1) Risiko Bawaan, (2 ) Risiko Pengendalian, (3) Risiko Deteksi

Penggunaan Informasi RISIKO Audit
Taksiran risiko audit pada tahap perencanaan audit dapat digunakan oleh auditor untuk menetapkan jumlah bukti audit yang akan diperiksa untuk membuktikan kewajaran penyajian saldo akun tertentu.

Risiko audit individual = risiko bawaan x risiko pengendalian x risiko deteksi
Dari formula tersebut, risiko deteksi dapat dihitung dengan formula berikut ini :
Risiko deteksi = Risiko audit individual
Risiko bawaan x Risiko pengendalian

Hubungan antar Unsur RESIKO
Risiko bawaan dan risiko pengendalian berbeda dengan risiko deteksi. Kedua risiko yang disebut terdahulu ada, terlepas dari dilakukan atau tidaknya audit atas laporan keuangan, sedangkan risiko deteksi berhubungan dengan prosedur audit dan dapat diubah oleh keputusan auditor itu sendiri. Risiko deteksi mempunyai hubungan yang terbalik dengan risiko bawaan dan risiko pengendalian.

Hubungan antara MATERIALITAS, RISIKO AUDIT, dan BUKTI AUDIT
Berbagai kemungkinan hubungan antara materialitas, risiko audit, dan bukti audit digambarkan sebagai berikut :
1.      Jika auditor mempertahankan risiko audit konstan dan tingkat materialitas dikurangi, auditor harus menambah jumlah bukti audit yang di kumpulkan.
2.      Jika auditor mempertahankan tingkat materialitas konstan dan mengurangi jumlah bukti audit yang dikumpulkan, risiko audit menjadi meningkat.
3.      Jika auditor menginginkan untuk mengurangi risiko audit, auditor dapat menempuh salah satu dari tiga cara berikut ini :
a.       Menambah tingkat materialitas, sementara itu mempertahankan jumlah bukti audit yang dikumpulkan.
b.      Menambah jumlah bukti audit yang dikumpulkan, sementara itu tingkat materialitas tetap dipertahankan.
c.       Menambah sedikit jumlah bukti audit yang dikumpulkan dan tingkat materialitas secara bersama-sama

STRATEGI AUDIT AWAL
Strategi audit awal dibagi menjadi dua macam : (1) Pendekatan Terutama Substantif, (2) Pendekatan Risiko Pengendalian Rendah.
Unsur STRATEGI AUDIT AWAL
Dalam mengembangkan strategi audit awal untuk suatu asersi, auditor menetapkan empat unsur berikut ini :
1.      Tingkat risiko pengendalian taksiran yang direncanakan.
2.      Luasnya pemahaman atas pengendalian intern yang harus diperoleh.
3.      Pengujian pengendalian yang harus dilaksanakan untuk menaksir risiko pengendalian.
4.      Tingkat pengujian substantif yang direncanakan untuk mengurangi risiko audit ke tingkat yang cukup rendah.
Read More - MATERIALITAS, RESIKO, DAN STRATEGI AUDIT PENDAHULUAN (Tugas Resumq Audit 1/8)
Read More - MATERIALITAS, RESIKO, DAN STRATEGI AUDIT PENDAHULUAN (Tugas Resumq Audit 1/8)