Rabu, 06 Oktober 2010

PENGANGGARAN MODAL DAN STRATEGI


 Resuman PPM

A.    Pengertian dan Gambaran Umum
Penganggaran modal dapat diartikan sebagai proses pengambilan keputusan investasi yang berbentuk aset tetap untuk jangka panjang. Investasi sendiri dapat diartikan sebagai pengorbanan konsumsi saat ini untuk mendapatkan suatu hasil di waktu yang akan datang.
Atas dasar keterangan diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa penganggaran modal meliputi keseluruhan perencanaan pengeluaran uang, dimana hasil pengambilannya diharapkan dalam jangka waktu yang lebih dari satu tahun.
      Penganggaran modal dalam suatu perusahaan ini dapat meliputi:
1.      Pengeluaran untuk tanah, bangunan dan mesin.
2.      Tambahan modal kerja jpermanan sesuai dengan ekspansi pabrik.
3.      Kampanye promosi.
Dari contoh pengeluaran investasi diatas, dapat disimpulkan bahwa penganggaran modal mempunyai arti penting bagi perusahaan, karena:
1.      Dana yang dikeluarkan akan terikat untuk jangka waktu yang panjang.
2.      Investasi dalam aktiva tetap menyangkut harapan terhadap hasil penjualan di waktu yang kan datang.
3.      Pengeluaran dana untuk keperluan tersebut biasanya meliputi jumlah yang besar.
4.      Kesalahan dalam pengambilan keputusan mengenai pengeluaran modal tersebut akan berakibat panjang dan sulit diperbaiki.
Penganggaran modal bagi suatu perusahaan dapat mengikuti prosedur sebagai berikut:
1.      Penyediaan rencana investasi.
2.      Taksiran atas arus kas yang akan dihasilkan dari rencana proyek investasi.
3.      Penentuan biaya modal proyek.
4.      Penilaian terhadap arus kas.
5.      Keputusan investasi berdasarkan kriteria tertentu.
6.      Pengendalian dan evaluasi kembali secara berkesinambungan terhadap proyek investasi setelah proyek yang bersangkutan diterima.
Penentuan biaya modal yang digunakan adalah biaya modal marjinal, dalam arti biaya modal yang diperhitungkan hanya biaya modal untuk proyek investasi yang akan dilaksanakan, terlepas dari proyek yang sudah ada. Penentuan biaya modal sangat penting dalam penganggaran modal, karena biaya modal (keseluruhan proyek) ini digunakan sebagai discount rate dan standar/ tolok ukur penerimaan suatu proyek investasi pada penilaian investasi.
Penilaian terhadap arus kas dilakukan dengan menggunakan kriteria-kriteria tertentu yang sudah biasa digunakan. Kriteria-kriteria yang biasa digunakan dalam praktek adalah Jangka Waktu Pengembalian (Payback Period), Tingkat Hasil Rata-Rata (Average Rate of Return), Nilai Sekarang Bersih (Net Present Value), Tingkat Hasil Pengembalian Intern (Internal Rate of Return), Indeks Profitabilitas (Profitability Index), dan Tingkat Pengembalian Internal Modifikasi (Modified Internal Rate of Return).

B.     Keputusan Penganggaran Modal Dan Evaluasi Terus Menerus
Penganggaran modal pada intinya adalah penerapan dari pernyataan bahwa sebuah perusahaan yang memaksimumkan laba sebaiknya beroperasi di titik dimana pendapatan marjinal sama dengan biaya marjinalnya. Dalam menerapkan peraturan ini keputusan penganggaran modal, pendapatan marjinal mengambil bentuk tingkat pengembalian atas investasi, dan biaya marjinal adalah biaya modal perusahaan.
Evaluasi investasi tidak hanya dilakukan sebelum proyek investasi berjalan, tetapi sebaiknya juga dilakukan sewaktu dan sesudah proyek tersebut berjalan. Evaluasi yang dilakukan sebelum proyek berjalan digunakan sebelum proyek berjalan digunakan untuk memperkirakan apakah proyek yang akan dibuka/ penggantian suatu aktiva tetap, secara ekonomis layak/ tidak dijalankan. Evaluasi investasi sewaktu proyek berjalan menerapkan perrwujudan dari evaluasi secara berkesinambungan, dengan tujuan untuk perbaikan pelaksanaan rencana sebelumnya. Terakhir, evaluasi yang dilakukan pada suatu proyek/ suatu aktiva habis ekonomisnya, digunakan untuk mengevaluasi seberapa jauh efektivitas rencana investasi yang telah dilakukan, sehingga dari hasil evaluasi ini dapat digunakan sebagai dasar dan pertimbangan untuk investasi sejenis di masa yang akan datang.

C.    Jenis Strategi Keputusan Investasi
Sebelum suatu keputusan investasi dievaluasi dan dilaksanakan, maka perlu diidentifikasi jenis strategi yang digunakan dalam usulan investasi tersebut. Jenis strategi yang biasa digunakan dikelompokkan dalam 4 golongan, yaitu:
1.      Penggantian (Replacement)
Usulan investasi penggantian dilakukan apabila suatu aktiva tetap telah habis umur ekonomisnya. Tujuan penggantian ini adalah untuk mempertahankan efisiensi atau bahkan untuk meningkatkan efisiensi, sehingga akan diperoleh penghematan biaya operasi.

2.      Perluasan (Expansion)
Perluasan usaha dapat dilakukan dengan cara menambah kapasitas produksi yang sudah ada dengan jalan menambah mesin-mesin yang digunakan atau dengan membuka cabang baru. Ciri utama perluasan usaha adalah menambah kapasitas untuk lini yang sudah ada.

3.      Pertumbuhan (Growth)
Usulan investasi untuk pertumbuhan dilakukan dengan cara membuka lini produk baru. Dalam usulan ini, pengalaman perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan jika ada, dapat dikatakan sedikit.

4.      Usulan Lain-Lain
Usulan investasi ini dilakukan karena adanya tuntutan dari pihak ekstern, misalnya peraturan pemerintah yang berupa pembelian alat untuk pengendali polusi dengan tujuan untuk mengurangi polusi yang diakibatkan oleh operasi pabrik perusahaan.
Read More - PENGANGGARAN MODAL DAN STRATEGI
Read More - PENGANGGARAN MODAL DAN STRATEGI

PEMILIHAN PORTOFOLIO OPTIMAL, MANAJEMEN dan EVALUASINYA


(Tugas resum Pengetahuan Pasar Modal ) 

 Dalam membentuk suatu portofolio, akan timbul suatu masalah. Permasalahannya adalah terdapat banyak sekali kemungkinan portofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi aktiva berisiko yang tersedia di pasar. Kombinasi ini dapat mencpai jumlah yang tidak terbatas. Kombinasi ini juga memasukkan aktiva bebas resiko dalam pembentukan portofolio.
            Jika terdapat kemungkinan portofolio yang jumlahnya tidak terbatas maka akan timbul pertanyaan portofolio mana yng akan dipilih oleh investor. Jika investor adalah rasional, maka mereka akan memilih portofolio yang optimal.
            Portofolio optimal dapat ditentukan dengan model Markowitz atau dengan model Indeks Tunggal. Untuk menentukan porofolio yang optimal dengan model-model ini yang pertama kali dibutuhkan adalah menentukan portofolio yang efisien. Untuk model-model ini semua portofolio yang optimal adalah portofolio yang efisien, karena tiap-tiap investor mempunyai kurva berbeda yang tidak sama, portofolio optimal akan berbeda untuk masing-masing investor. Investor yang lebih menyukai resiko akan memilih portofolio dengan return yang lebih tinggi dengan membayar resiko yang juga lebih tinggi dibandingkan dengan investor yang kurang menyukai resiko. Jika aktiva tidak berisiko dipertimbangkan, aktiva ini dapat merubah portofolio optimal yang mungkin sudah dipilih investor

Menentukan Portofolio Efisien
            Portofolio yang efisien (efficient portfolio) didefinisikan sebagai portofolio yang memberikan return ekspektasi terbesar dengan resiko yang sudah tertentu atau memberikan resiko yang terkecil dengan return ekspektasi yang sudah tertentu.
            Portofolio yang efisien ini dapat ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasi tertentu dan kemudian meminimumkan resikonya atau menentukan tingkat resiko tertentu dan kemudian memaksimumkan return ekspektasinya. Investor yang rasional akan memilih portofolio yang efisien ini karena merupakan portofolio yang dibentuk dengan mengoptimalkan satu dari dua dimensi, yaitu return ekspektasi atau resiko portofolio.
            Investor dapat memilih kombinasi dari aktiva-aktiva untuk membentuk portofolionya. Seluruh set yang memberikan kemungkinan porofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi n-aktiva yang tersedia disebut dengan opportunity set atau attainable set. Semua titik di attainable set menyediakan semua kemungkinan portofolio baik yang efisien maupun yang tidak efisien yang dapat dipilih oleh investor. Akan tetapi investor yang rasional tidak akan memilih portofolio yang tidak efisien. Rasional investor hanya tertari dengan porofolio yang efisien. Kumpulan (set) dari portofolio yang efisien ini disebut dengan efficient set atau efficient frontier.
 Dua aktiva yang membentuk portofolio dapat berkorelasi antara lain :
  1. Korelasi Positif Sempurna : Dua buah aktiva A dan B, yaitu = +1
  2. Tidak Ada Korelasi Antara Sekuritas : Dua Aktiva A dan B, yaitu = 0
  3. Korelasi Negatif Sempurna : Dua Buah Aktiva A dan B, yaitu = -1

Portofolio Optimal Berdasarkan Preferensi Investor
            Model Markowitz memberikan nilai portofolio dengan resiko terkecil untuk return ekspektasi tertentu. Kadangkala investor lebih memilih resiko yang lebih besar dengan kompensasi return ekspektasi yang lebih besar juga.

Portofolio Optimal Dengan Model Markowitz
            Model Markowitz menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut :
  1. Waktu yang digunakan hanya satu periode
  2. Tidak ada biaya transaksi
  3. Preferensi Investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan resiko dari portofolio.
  4. Tidak ada pinjaman dan simpanan bebas resiko.

Asumsi bahwa preferensi investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan resiko dari porofolio secara implisit menganggap bahwa investor mempunyai fungsi utiliti yang sama. Kenyataannya tiap-tiap investor mempunyai fungsi utiliti yang berbeda.

 Jika preferensi investor terhadap portofolio berbeda karena mereka mempunyai fungsi utiliti yang berbeda, optimal portofolio  untuk masing-masing investor akann dapat berbeda. Demikian juga jika tersedia pinjaman dan simpanan bebas resiko, maka optimal porofolio akan dapat berbeda seandainya pinjaman dan simpanan bebas risiko ini tersedia.

Portofolio optimal dengan adanya Simpanan dan Pinjaman Bebas Risiko
            Model Markowitz menggunakan kombinasi aktiva-aktiva yang berisiko. Dengan adanya aktiva yang bebas risiko investor mempunyai pilihan untuk memasukkan aktiva ini ke portofolionya. Suatu aktiva bebas risiko dapat didefinisikan sebagai aktiva yang mempunyai return ekspektasi tertentu dengan varian return (resiko) yang sama dengan nol. Investor dapat memasukkan aktiva bebas risiko ke dalam portofolio efisien aktiva berisiko dalam bentuk simpanan atau pinjaman. Dalam bentuk simpanan berarti membeli aktiva bebas risiko dan memasukkannya ke dalam portofolio efisien aktiva berisiko. Dalam bentuk pinjaman berarti meminjam sejumlah dana dengan tingkat bunga bebas risikodan menggunakan dana ini untuk menambah proporsi di portofolio efisien aktiva berisiko.

Model Utilitas yang Diharapkan
            Model utilitas yang diharapkan menyatakan bahwa para pemodal akan memilih suatu kesempatan investasi yang diharapkan yang tertinggi. Utilitas yang diharapkan yang tertinggi tidak selalu sama dengan tingkat keuntungan yang diharapkan yang tertinggi. Berdasarkan model ini dipergunakan beberapa aksioma tentang perilaku pemodal dalam pengambilan keputusan investasi. Aksioma-aksioma tersebut adalah :
  1. Para pemodal mampu memilih berbagai alternative dengan menyusun peringkat dari alternatif-alternatif  tersebut sehingga bisa diambil keputusan.
  2. Setiap peringkat alternatif-alternatif tersebut bersifat transitif. Artinya kalau investasi A lebih disukai daripada B dan  B lebih disukai C, maka A tentu lebih disukai daripada C.
  3. Para pemodal akan memperhatikan resiko alternatif yang dipertimbangkan dan tidak memperhatikan sifat alternatif-alternatif tersebut.
  4. Para pemodal mampu menentukan certainty equivalent dari setiap investasi yang tidak pasti. Certainty Equivalent suatu investasi menunjukkan nilai pasti yang ekuivalen dengan nilai pengharapan dari investasi tersebut.

Model utilitas yang diharapkan ini menggunakan asumsi terhadap sikap pemodal terhadap risiko. Sikap-sikap tersebut dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
    • risk averse (tidak menyukai risiko)
    • risk neutral (netral terhadap risiko)
    • risk seeker (menyukai risiko)

Manajemen Portofolio
            Manajemen Portofolio merupakan suatu proses bagaimana dana yang dipercayakan kepada manajer investasi dikelola. Pengelolaan tersebut dapat dilakukan secara aktif maupun pasif, menggunakan prosedur eksplisit maupun implicit, relatip terkontrol atau tidak terkontrol.
            Arah perkembangannya nampaknya adalah bahwa operasi manajemen portofolio menjadi semakin terkontrol, sesuai dengan pendapat bahwa pasar modal secara relatip dapat dikatakan efisien. Meskipun demikian setiap pengelolaan investasi dapat dilakukan dengan style yang berbeda-beda, demikian juga pendekatan yang digunakan.
            Berbagai lembaga mungkin membentuk portofolio sekutitas dalam menanamkan dana yang mereka miliki. Berbagai yayasan dana pensiun, perusahaan asuransi, disamping menginvestasikan dana mereka pada berbagai aktiva riil juga menanamkan dana mereka pada berbagai sekuritas. Dengan kata lain disampig mereka melakukan diversifikasi investasi pada real dan financial assets, untuk financial assets pun mereka membentuk portofolio.

 PEMILIHAN PORTOFOLIO

            Dalam membentuk suatu portofolio, akan timbul suatu masalah. Permasalahannya adalah terdapat banyak sekali kemungkinan portofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi aktiva berisiko yang tersedia di pasar. Kombinasi ini dapat mencpai jumlah yang tidak terbatas. Kombinasi ini juga memasukkan aktiva bebas resiko dalam pembentukan portofolio.Jika terdapat kemungkinan portofolio yang jumlahnya tidak terbatas maka akan timbul pertanyaan portofolio mana yng akan dipilih oleh investor. Jika investor adalah rasional, maka mereka akan memilih portofolio yang optimal.
            Portofolio optimal dapat ditentukan dengan model Markowitz atau dengan model Indeks Tunggal. Untuk menentukan porofolio yang optimal dengan model-model ini yang pertama kali dibutuhkan adalah menentukan portofolio yang efisien. Untuk model-model ini semua portofolio yang optimal adalah portofolio yang efisien, karena tiap-tiap investor mempunyai kurva berbeda yang tidak sama, portofolio optimal akan berbeda untuk masing-masing investor. Investor yang lebih menyukai resiko akan memilih portofolio dengan return yang lebih tinggi dengan membayar resiko yang juga lebih tinggi dibandingkan dengan investor yang kurang menyukai resiko. Jika aktiva tidak berisiko dipertimbangkan, aktiva ini dapat merubah portofolio optimal yang mungkin sudah dipilih investor.

Menentukan Portofolio Efisien

            Portofolio yang efisien (efficient portfolio) didefinisikan sebagai portofolio yang memberikan return ekspektasi terbesar dengan resiko yang sudah tertentu atau memberikan resiko yang terkecil dengan return ekspektasi yang sudah tertentu.
            Portofolio yang efisien ini dapat ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasi tertentu dan kemudian meminimumkan resikonya atau menentukan tingkat resiko tertentu dan kemudian memaksimumkan return ekspektasinya. Investor yang rasional akan memilih portofolio yang efisien ini karena merupakan portofolio yang dibentuk dengan mengoptimalkan satu dari dua dimensi, yaitu return ekspektasi atau resiko portofolio.
            Investor dapat memilih kombinasi dari aktiva-aktiva untuk membentuk portofolionya. Seluruh set yang memberikan kemungkinan porofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi n-aktiva yang tersedia disebut dengan opportunity set atau attainable set. Semua titik di attainable set menyediakan semua kemungkinan portofolio baik yang efisien maupun yang tidak efisien yang dapat dipilih oleh investor. Akan tetapi investor yang rasional tidak akan memilih portofolio yang tidak efisien. Rasional investor hanya tertari dengan porofolio yang efisien. Kumpulan (set) dari portofolio yang efisien ini disebut dengan efficient set atau efficient frontier.
 Dua aktiva yang membentuk portofolio dapat berkorelasi antara lain :
Ø  Korelasi Positif Sempurna : Dua buah aktiva A dan B, yaitu = +1
Ø  Tidak Ada Korelasi Antara Sekuritas : Dua Aktiva A dan B, yaitu = 0
Ø  Korelasi Negatif Sempurna : Dua Buah Aktiva A dan B, yaitu = -1

Portofolio Optimal Berdasarkan Preferensi Investor
            Model Markowitz memberikan nilai portofolio dengan resiko terkecil untuk return ekspektasi tertentu. Kadangkala investor lebih memilih resiko yang lebih besar dengan kompensasi return ekspektasi yang lebih besar juga.

Portofolio Optimal Dengan Model Markowitz
 Model Markowitz menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut :
Ø  Waktu yang digunakan hanya satu periode
Ø  Tidak ada biaya transaksi
Ø  Preferensi Investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan resiko dari portofolio.
Ø  Tidak ada pinjaman dan simpanan bebas resiko.

Asumsi bahwa preferensi investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan resiko dari porofolio secara implisit menganggap bahwa investor mempunyai fungsi utiliti yang sama. Kenyataannya tiap-tiap investor mempunyai fungsi utiliti yang berbeda.

 Jika preferensi investor terhadap portofolio berbeda karena mereka mempunyai fungsi utiliti yang berbeda, optimal portofolio  untuk masing-masing investor akann dapat berbeda. Demikian juga jika tersedia pinjaman dan simpanan bebas resiko, maka optimal porofolio akan dapat berbeda seandainya pinjaman dan simpanan bebas risiko ini tersedia.

Portofolio optimal dengan adanya Simpanan dan Pinjaman Bebas Risiko
             Model Markowitz menggunakan kombinasi aktiva-aktiva yang berisiko. Dengan adanya aktiva yang bebas risiko investor mempunyai pilihan untuk memasukkan aktiva ini ke portofolionya.Suatu aktiva bebas risiko dapat didefinisikan sebagai aktiva yang mempunyai return ekspektasi tertentu dengan varian return (resiko) yang sama dengan nol.
            Investor dapat memasukkan aktiva bebas risiko ke dalam portofolio efisien aktiva berisiko dalam bentuk simpanan atau pinjaman. Dalam bentuk simpanan berarti membeli aktiva bebas risiko dan memasukkannya ke dalam portofolio efisien aktiva berisiko. Dalam bentuk pinjaman berarti meminjam sejumlah dana dengan tingkat bunga bebas risikodan menggunakan dana ini untuk menambah proporsi di portofolio efisien aktiva berisiko.

Model Utilitas yang Diharapkan

            Model utilitas yang diharapkan menyatakan bahwa para pemodal akan memilih suatu kesempatan investasi yang diharapkan yang tertinggi. Utilitas yang diharapkan yang tertinggi tidak selalu sama dengan tingkat keuntungan yang diharapkan yang tertinggi. Berdasarkan model ini dipergunakan beberapa aksioma tentang perilaku pemodal dalam pengambilan keputusan investasi. Aksioma-aksioma tersebut adalah :
Ø  Para pemodal mampu memilih berbagai alternative dengan menyusun peringkat dari alternatif-alternatif  tersebut sehingga bisa diambil keputusan.
Ø  Setiap peringkat alternatif-alternatif tersebut bersifat transitif. Artinya kalau investasi A lebih disukai daripada B dan  B lebih disukai C, maka A tentu lebih disukai daripada C.
Ø  Para pemodal akan memperhatikan resiko alternatif yang dipertimbangkan dan tidak memperhatikan sifat alternatif-alternatif tersebut.
Ø  Para pemodal mampu menentukan certainty equivalent dari setiap investasi yang tidak pasti. Certainty Equivalent suatu investasi menunjukkan nilai pasti yang ekuivalen dengan nilai pengharapan dari investasi tersebut.

Model utilitas yang diharapkan ini menggunakan asumsi terhadap sikap pemodal terhadap risiko. Sikap-sikap tersebut dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
    • risk averse (tidak menyukai risiko)
    • risk neutral (netral terhadap risiko)
    • risk seeker (menyukai risiko)

Manajemen Portofolio
             Manajemen Portofolio merupakan suatu proses bagaimana dana yang dipercayakan kepada manajer investasi dikelola. Pengelolaan tersebut dapat dilakukan secara aktif maupun pasif, menggunakan prosedur eksplisit maupun implicit, relatip terkontrol atau tidak terkontrol.
            Arah perkembangannya nampaknya adalah bahwa operasi manajemen portofolio menjadi semakin terkontrol, sesuai dengan pendapat bahwa pasar modal secara relatip dapat dikatakan efisien. Meskipun demikian setiap pengelolaan investasi dapat dilakukan dengan style yang berbeda-beda, demikian juga pendekatan yang digunakan.
            Berbagai lembaga mungkin membentuk portofolio sekutitas dalam menanamkan dana yang mereka miliki. Berbagai yayasan dana pensiun, perusahaan asuransi, disamping menginvestasikan dana mereka pada berbagai aktiva riil juga menanamkan dana mereka pada berbagai sekuritas. Dengan kata lain disampig mereka melakukan diversifikasi investasi pada real dan financial assets, untuk financial assets pun mereka membentuk portofolio.

PEMILIHAN PORTOFOLIO

            Dalam membentuk suatu portofolio, akan timbul suatu masalah. Permasalahannya adalah terdapat banyak sekali kemungkinan portofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi aktiva berisiko yang tersedia di pasar. Kombinasi ini dapat mencpai jumlah yang tidak terbatas. Kombinasi ini juga memasukkan aktiva bebas resiko dalam pembentukan portofolio.
            Jika terdapat kemungkinan portofolio yang jumlahnya tidak terbatas maka akan timbul pertanyaan portofolio mana yng akan dipilih oleh investor. Jika investor adalah rasional, maka mereka akan memilih portofolio yang optimal.
            Portofolio optimal dapat ditentukan dengan model Markowitz atau dengan model Indeks Tunggal. Untuk menentukan porofolio yang optimal dengan model-model ini yang pertama kali dibutuhkan adalah menentukan portofolio yang efisien. Untuk model-model ini semua portofolio yang optimal adalah portofolio yang efisien, karena tiap-tiap investor mempunyai kurva berbeda yang tidak sama, portofolio optimal akan berbeda untuk masing-masing investor. Investor yang lebih menyukai resiko akan memilih portofolio dengan return yang lebih tinggi dengan membayar resiko yang juga lebih tinggi dibandingkan dengan investor yang kurang menyukai resiko. Jika aktiva tidak berisiko dipertimbangkan, aktiva ini dapat merubah portofolio optimal yang mungkin sudah dipilih investor.

Menentukan Portofolio Efisien

            Portofolio yang efisien (efficient portfolio) didefinisikan sebagai portofolio yang memberikan return ekspektasi terbesar dengan resiko yang sudah tertentu atau memberikan resiko yang terkecil dengan return ekspektasi yang sudah tertentu.
            Portofolio yang efisien ini dapat ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasi tertentu dan kemudian meminimumkan resikonya atau menentukan tingkat resiko tertentu dan kemudian memaksimumkan return ekspektasinya. Investor yang rasional akan memilih portofolio yang efisien ini karena merupakan portofolio yang dibentuk dengan mengoptimalkan satu dari dua dimensi, yaitu return ekspektasi atau resiko portofolio.
            Investor dapat memilih kombinasi dari aktiva-aktiva untuk membentuk portofolionya. Seluruh set yang memberikan kemungkinan porofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi n-aktiva yang tersedia disebut dengan opportunity set atau attainable set. Semua titik di attainable set menyediakan semua kemungkinan portofolio baik yang efisien maupun yang tidak efisien yang dapat dipilih oleh investor. Akan tetapi investor yang rasional tidak akan memilih portofolio yang tidak efisien. Rasional investor hanya tertari dengan porofolio yang efisien. Kumpulan (set) dari portofolio yang efisien ini disebut dengan efficient set atau efficient frontier.

            Dua aktiva yang membentuk portofolio dapat berkorelasi antara lain :
v  Korelasi Positif Sempurna : Dua buah aktiva A dan B, yaitu = +1
v  Tidak Ada Korelasi Antara Sekuritas : Dua Aktiva A dan B, yaitu = 0
v  Korelasi Negatif Sempurna : Dua Buah Aktiva A dan B, yaitu = -1

Portofolio Optimal Berdasarkan Preferensi Investor
            Model Markowitz memberikan nilai portofolio dengan resiko terkecil untuk return ekspektasi tertentu. Kadangkala investor lebih memilih resiko yang lebih besar dengan kompensasi return ekspektasi yang lebih besar juga.

Portofolio Optimal Dengan Model Markowitz

            Model Markowitz menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut :
v  Waktu yang digunakan hanya satu periode
v  Tidak ada biaya transaksi
v  Preferensi Investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan resiko dari portofolio.
v  Tidak ada pinjaman dan simpanan bebas resiko.

Asumsi bahwa preferensi investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan resiko dari porofolio secara implisit menganggap bahwa investor mempunyai fungsi utiliti yang sama. Kenyataannya tiap-tiap investor mempunyai fungsi utiliti yang berbeda.
 Jika preferensi investor terhadap portofolio berbeda karena mereka mempunyai fungsi utiliti yang berbeda, optimal portofolio  untuk masing-masing investor akann dapat berbeda. Demikian juga jika tersedia pinjaman dan simpanan bebas resiko, maka optimal porofolio akan dapat berbeda seandainya pinjaman dan simpanan bebas risiko ini tersedia.

Portofolio optimal dengan adanya Simpanan dan Pinjaman Bebas Risiko

            Model Markowitz menggunakan kombinasi aktiva-aktiva yang berisiko. Dengan adanya aktiva yang bebas risiko investor mempunyai pilihan untuk memasukkan aktiva ini ke portofolionya.
            Suatu aktiva bebas risiko dapat didefinisikan sebagai aktiva yang mempunyai return ekspektasi tertentu dengan varian return (resiko) yang sama dengan nol.
            Investor dapat memasukkan aktiva bebas risiko ke dalam portofolio efisien aktiva berisiko dalam bentuk simpanan atau pinjaman. Dalam bentuk simpanan berarti membeli aktiva bebas risiko dan memasukkannya ke dalam portofolio efisien aktiva berisiko. Dalam bentuk pinjaman berarti meminjam sejumlah dana dengan tingkat bunga bebas risikodan menggunakan dana ini untuk menambah proporsi di portofolio efisien aktiva berisiko.

Model Utilitas yang Diharapkan

            Model utilitas yang diharapkan menyatakan bahwa para pemodal akan memilih suatu kesempatan investasi yang diharapkan yang tertinggi. Utilitas yang diharapkan yang tertinggi tidak selalu sama dengan tingkat keuntungan yang diharapkan yang tertinggi. Berdasarkan model ini dipergunakan beberapa aksioma tentang perilaku pemodal dalam pengambilan keputusan investasi. Aksioma-aksioma tersebut adalah :
v  Para pemodal mampu memilih berbagai alternative dengan menyusun peringkat dari alternatif-alternatif  tersebut sehingga bisa diambil keputusan.
v  Setiap peringkat alternatif-alternatif tersebut bersifat transitif. Artinya kalau investasi A lebih disukai daripada B dan  B lebih disukai C, maka A tentu lebih disukai daripada C.
v  Para pemodal akan memperhatikan resiko alternatif yang dipertimbangkan dan tidak memperhatikan sifat alternatif-alternatif tersebut.
v  Para pemodal mampu menentukan certainty equivalent dari setiap investasi yang tidak pasti. Certainty Equivalent suatu investasi menunjukkan nilai pasti yang ekuivalen dengan nilai pengharapan dari investasi tersebut.

Model utilitas yang diharapkan ini menggunakan asumsi terhadap sikap pemodal terhadap risiko. Sikap-sikap tersebut dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
    • risk averse (tidak menyukai risiko)
    • risk neutral (netral terhadap risiko)
    • risk seeker (menyukai risiko)

Manajemen Portofolio

            Manajemen Portofolio merupakan suatu proses bagaimana dana yang dipercayakan kepada manajer investasi dikelola. Pengelolaan tersebut dapat dilakukan secara aktif maupun pasif, menggunakan prosedur eksplisit maupun implicit, relatip terkontrol atau tidak terkontrol.
            Arah perkembangannya nampaknya adalah bahwa operasi manajemen portofolio menjadi semakin terkontrol, sesuai dengan pendapat bahwa pasar modal secara relatip dapat dikatakan efisien. Meskipun demikian setiap pengelolaan investasi dapat dilakukan dengan style yang berbeda-beda, demikian juga pendekatan yang digunakan.
            Berbagai lembaga mungkin membentuk portofolio sekutitas dalam menanamkan dana yang mereka miliki. Berbagai yayasan dana pensiun, perusahaan asuransi, disamping menginvestasikan dana mereka pada berbagai aktiva riil juga menanamkan dana mereka pada berbagai sekuritas. Dengan kata lain disampig mereka melakukan diversifikasi investasi pada real dan financial assets, untuk financial assets pun mereka membentuk portofolio.





PEMILIHAN PORTOFOLIO

            Dalam membentuk suatu portofolio, akan timbul suatu masalah. Permasalahannya adalah terdapat banyak sekali kemungkinan portofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi aktiva berisiko yang tersedia di pasar. Kombinasi ini dapat mencpai jumlah yang tidak terbatas. Kombinasi ini juga memasukkan aktiva bebas resiko dalam pembentukan portofolio.
            Jika terdapat kemungkinan portofolio yang jumlahnya tidak terbatas maka akan timbul pertanyaan portofolio mana yng akan dipilih oleh investor. Jika investor adalah rasional, maka mereka akan memilih portofolio yang optimal.
            Portofolio optimal dapat ditentukan dengan model Markowitz atau dengan model Indeks Tunggal. Untuk menentukan porofolio yang optimal dengan model-model ini yang pertama kali dibutuhkan adalah menentukan portofolio yang efisien. Untuk model-model ini semua portofolio yang optimal adalah portofolio yang efisien, karena tiap-tiap investor mempunyai kurva berbeda yang tidak sama, portofolio optimal akan berbeda untuk masing-masing investor. Investor yang lebih menyukai resiko akan memilih portofolio dengan return yang lebih tinggi dengan membayar resiko yang juga lebih tinggi dibandingkan dengan investor yang kurang menyukai resiko. Jika aktiva tidak berisiko dipertimbangkan, aktiva ini dapat merubah portofolio optimal yang mungkin sudah dipilih investor.


Menentukan Portofolio Efisien

            Portofolio yang efisien (efficient portfolio) didefinisikan sebagai portofolio yang memberikan return ekspektasi terbesar dengan resiko yang sudah tertentu atau memberikan resiko yang terkecil dengan return ekspektasi yang sudah tertentu.
            Portofolio yang efisien ini dapat ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasi tertentu dan kemudian meminimumkan resikonya atau menentukan tingkat resiko tertentu dan kemudian memaksimumkan return ekspektasinya. Investor yang rasional akan memilih portofolio yang efisien ini karena merupakan portofolio yang dibentuk dengan mengoptimalkan satu dari dua dimensi, yaitu return ekspektasi atau resiko portofolio.
            Investor dapat memilih kombinasi dari aktiva-aktiva untuk membentuk portofolionya. Seluruh set yang memberikan kemungkinan porofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi n-aktiva yang tersedia disebut dengan opportunity set atau attainable set. Semua titik di attainable set menyediakan semua kemungkinan portofolio baik yang efisien maupun yang tidak efisien yang dapat dipilih oleh investor. Akan tetapi investor yang rasional tidak akan memilih portofolio yang tidak efisien. Rasional investor hanya tertari dengan porofolio yang efisien. Kumpulan (set) dari portofolio yang efisien ini disebut dengan efficient set atau efficient frontier.

            Dua aktiva yang membentuk portofolio dapat berkorelasi antara lain :
  • Korelasi Positif Sempurna : Dua buah aktiva A dan B, yaitu = +1
  • Tidak Ada Korelasi Antara Sekuritas : Dua Aktiva A dan B, yaitu = 0
  • Korelasi Negatif Sempurna : Dua Buah Aktiva A dan B, yaitu = -1

Portofolio Optimal Berdasarkan Preferensi Investor
            Model Markowitz memberikan nilai portofolio dengan resiko terkecil untuk return ekspektasi tertentu. Kadangkala investor lebih memilih resiko yang lebih besar dengan kompensasi return ekspektasi yang lebih besar juga.

Portofolio Optimal Dengan Model Markowitz


            Model Markowitz menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut :
    • Waktu yang digunakan hanya satu periode
    • Tidak ada biaya transaksi
    • Preferensi Investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan resiko dari portofolio.
    • Tidak ada pinjaman dan simpanan bebas resiko.
Asumsi bahwa preferensi investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan resiko dari porofolio secara implisit menganggap bahwa investor mempunyai fungsi utiliti yang sama. Kenyataannya tiap-tiap investor mempunyai fungsi utiliti yang berbeda.

 Jika preferensi investor terhadap portofolio berbeda karena mereka mempunyai fungsi utiliti yang berbeda, optimal portofolio  untuk masing-masing investor akann dapat berbeda. Demikian juga jika tersedia pinjaman dan simpanan bebas resiko, maka optimal porofolio akan dapat berbeda seandainya pinjaman dan simpanan bebas risiko ini tersedia.

Portofolio optimal dengan adanya Simpanan dan Pinjaman Bebas Risiko

            Model Markowitz menggunakan kombinasi aktiva-aktiva yang berisiko. Dengan adanya aktiva yang bebas risiko investor mempunyai pilihan untuk memasukkan aktiva ini ke portofolionya.
            Suatu aktiva bebas risiko dapat didefinisikan sebagai aktiva yang mempunyai return ekspektasi tertentu dengan varian return (resiko) yang sama dengan nol.
            Investor dapat memasukkan aktiva bebas risiko ke dalam portofolio efisien aktiva berisiko dalam bentuk simpanan atau pinjaman. Dalam bentuk simpanan berarti membeli aktiva bebas risiko dan memasukkannya ke dalam portofolio efisien aktiva berisiko. Dalam bentuk pinjaman berarti meminjam sejumlah dana dengan tingkat bunga bebas risikodan menggunakan dana ini untuk menambah proporsi di portofolio efisien aktiva berisiko.

Model Utilitas yang Diharapkan

            Model utilitas yang diharapkan menyatakan bahwa para pemodal akan memilih suatu kesempatan investasi yang diharapkan yang tertinggi. Utilitas yang diharapkan yang tertinggi tidak selalu sama dengan tingkat keuntungan yang diharapkan yang tertinggi. Berdasarkan model ini dipergunakan beberapa aksioma tentang perilaku pemodal dalam pengambilan keputusan investasi. Aksioma-aksioma tersebut adalah :
  • Para pemodal mampu memilih berbagai alternative dengan menyusun peringkat dari alternatif-alternatif  tersebut sehingga bisa diambil keputusan.
  • Setiap peringkat alternatif-alternatif tersebut bersifat transitif. Artinya kalau investasi A lebih disukai daripada B dan  B lebih disukai C, maka A tentu lebih disukai daripada C.
  • Para pemodal akan memperhatikan resiko alternatif yang dipertimbangkan dan tidak memperhatikan sifat alternatif-alternatif tersebut.
  • Para pemodal mampu menentukan certainty equivalent dari setiap investasi yang tidak pasti. Certainty Equivalent suatu investasi menunjukkan nilai pasti yang ekuivalen dengan nilai pengharapan dari investasi tersebut.

Model utilitas yang diharapkan ini menggunakan asumsi terhadap sikap pemodal terhadap risiko. Sikap-sikap tersebut dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
    • risk averse (tidak menyukai risiko)
    • risk neutral (netral terhadap risiko)
    • risk seeker (menyukai risiko)

Manajemen Portofolio

            Manajemen Portofolio merupakan suatu proses bagaimana dana yang dipercayakan kepada manajer investasi dikelola. Pengelolaan tersebut dapat dilakukan secara aktif maupun pasif, menggunakan prosedur eksplisit maupun implicit, relatip terkontrol atau tidak terkontrol.
            Arah perkembangannya nampaknya adalah bahwa operasi manajemen portofolio menjadi semakin terkontrol, sesuai dengan pendapat bahwa pasar modal secara relatip dapat dikatakan efisien. Meskipun demikian setiap pengelolaan investasi dapat dilakukan dengan style yang berbeda-beda, demikian juga pendekatan yang digunakan.
            Berbagai lembaga mungkin membentuk portofolio sekutitas dalam menanamkan dana yang mereka miliki. Berbagai yayasan dana pensiun, perusahaan asuransi, disamping menginvestasikan dana mereka pada berbagai aktiva riil juga menanamkan dana mereka pada berbagai sekuritas. Dengan kata lain disampig mereka melakukan diversifikasi investasi pada real dan financial assets, untuk financial assets pun mereka membentuk portofolio.

Read More - PEMILIHAN PORTOFOLIO OPTIMAL, MANAJEMEN dan EVALUASINYA
Read More - PEMILIHAN PORTOFOLIO OPTIMAL, MANAJEMEN dan EVALUASINYA

KEBIJAKAN DEVIDEN


TUGAS RESUM PENGETAHUAN PASAR MODAL

1.      Pengertian Kebijakan Deviden
Kebijakan Deviden  Diartikan secara umum sebagai pembayaran laba perusahaan kepada pemegang sahamnya. Kebijakan Deviden merupakan bagian dari laba yang diberikan kepada para pemegang saham biasa dalam bentuk kas/tunai.Menurut Suad Husnan, kebijakan deviden dapat diartikan :
·         Bagian lain dari laba yang diperoleh (jika tidak diberikan semuanya dalam bentuk deviden) akan ditahan untuk diinvestasikan kembali (retained earning).
·         Apakah laba sebaiknya dibagi dengan konsekuensi harus mengelurkan saham baru ataukah tidak perlu dibagi sehingga tidak mengeluarkan saham baru.
Kebijakan Deviden mempunyai arti penting bagi perusahaan karena alasan-alasan berikut:
  1. Kebijakan itu berpengaruh pada sikap para investor. Pemotongan deviden bisa dipandang negatif oleh para investor, karena pemotongan seperti itu sering dikaitkan dengan kesulitan keuangan;
  2. Kebijakan itu berdampak pada program pendanaan dan anggaran modal perusahaan;
  3. Kebijakan itu mempengaruhi arus kas perusahaan. Perusahaan dengan likuiditas buruk dapat dipaksa untuk membatasi pembayaran devidennya;
  4. Kebijakan itu menurunkan ekuitas pemegang saham karena dividen dibayar dari laba yang ditahan. Hal ini mengakibatkan rasio hutang terhadap ekuitas menjadi lebih tinggi.
Dalam penentuan kebijakan deviden, ada beberapa factor yang perlu dipertimbangkan, antara lain:
  1. Faktor likuiditas. Jika likuiditas perusahaan rendah biasanya deviden yang diberikan dalam bentuk deviden per share juga rendah, kecuali bagi perusahaan yang menggunakan kebijakan deviden yang stabil.
  2. Biaya pengeluaran saham baru. Emisi saham baru akan mempunyai biaya modal yang lebih besar, dari biaya modal dari laba yang ditahan.
  3. Pengendalian. Apabila untuk mendapatkan dana baru perusahaan harus mengeluarkan saham baru, maka disamping biaya modal perusahaan meningkat, maka proporsi kepemilikan pemilik saham lama juga akan berkurang.
  4. Stabilitas keuntungan dan kebangkrutan. Semakin stabil keuntungan yang diperoleh perusahaan, semakin besar kemampuan perusahaan untuk membayar deviden.
  5. Biaya transaksi dan kebutuhan pemodal. Secara teoritis kenaikan harga saham akan sama dengan jumlah deviden yang dibagikan.
2. Jenis-jenis kebijaksnaan deviden
a. Deviden  per saham yang stabil
Dalam kebijakan ini, pembayaran deviden dari waktu ke waktu mempunyai jumlah yang sama, walaupun perusahaan mengalami kerugian , jumlah deviden yang dibayarkan. Investor akan aman jumlah yang tetap diterimanya sesuai dengan motifasi mereka.

b.      DPO (deviden pay-out) yang stabil
            Dalam kebijakan deviden ini, jumlah deviden dibakukan sekian persen dari pendapatan perusahaan. Sehingga deviden yang dibayarkan berfluktuasi tergantung besarnya keuntungan.

c.       Kombinasi.
Dalam kebijakan deviden ini, perusahaan secara regular (misalnya perkuartal) membayar dalam jumlah yang kecil, namun diakhir tahun perusahaan menambah ekstra deviden apabila perusahaan mendapatkan laba cukup besar atau mengalami situasi yang baik.

d.      Kebijakan deviden residual.
Dalam kebijakan ini, jumlah laba ditahan tergantung pada tersedianya peluang investasi pada suatu tahun tertentu. Sehingga deviden yang dibayarkan oleh perusahaan apabila kesempatan investasi perusahaan atau dana yang dibutuhkan telah terpenuhi.

3. Prosedur dan Rasio Pembayaran Deviden
a. Prosedur Pembayaran deviden cukup penting untuk diketahui. Prosedur pembayaran    berkaitan dengan sejumlah tanggal yang berkaitan dengan pembayaran deviden. Berikut ini adalah garis besar urutan pembayaran deviden:
·         Tanggal deklarasi, yaitu tanggal dimana dewan direksi mengumumkan deviden.
·         Tanggal catatan pemegang saham, yaitu tanggal dimana perusahaan menutup buku pencatatan pemindahtanganan saham dan membuat daftar pemegang saham per tanggal tersebut
·         Tanggal pemisahan deviden, yaitu tanggal pada saat deviden dipisahkan dari saham.
·         Tanggal pembayaran, yaitu tanggal dimana perusahaan akan melaksanakan pengiriman cek kepada pemegang saham yang tercatat sebagai pemegang saham.

b.  Rasio pembayaran deviden adalah presentase laba yang dibayarkan kepada para pemegang saham dalam bentuk kas. Rasio pembayaran deviden ini merupakan aspek utama dari kebijakan deviden perusahaan, yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan bagi para pemegang sahamnya.

4. Teori Kebijakan Deviden
a.  Kebijakan deviden tanpa pajak
     Kebijakan deviden tanpa pajak hanya bersifat teori dan tidak dapat diaplikasikan dalam      dunia nyata saat ini, sedangkan keadaan realistis, kebijakan deviden dengan memasukkan unsur pajak, yaitu pajak pribadi dan perusahaan. Asumsi yang digunakan oleh teori kebijakan deviden tanpa pajak adalah sebagai berikut:
·         Pasar modal yang sempurna dan semua investor adalah rasional, informasi tersedia semua tanpa biaya, termasuk biaya transaksi, termasuk biaya transaksi, dan investor besar tidak cukup untuk mempengaruhi harga pasar sekuritas;
·         Tidak ada biaya pengembangan pada saat pengeluaran sekuritas;
·         Tidak ada pajak
·         Penentuan kebijakan investasi, perusahaan tidak berubah;
·         Investor saat ini merasa yakin terhadap investasi dan keuntungan perusahaan dimasa yang akan datang.

b.  Kebijakan deviden yang terkena pajak.
      Menurut pandangan ini, bahwa deviden itu merupakan investor. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan perlakuan pajak terhadap pendapatan deviden. Asumsi yang digunakan dalam teori ini adalah:
  • Kebijakan investasi suatu perusahaan tidak terpengaruh oleh kebijakan deviden;
  • Tidak ada biaya transaksi yang dikenakan untuk penambahan modal eksternal;
  • Ada tiga macam tarif pajak, yaitu pajak perusahaan proporsional, pajak penghasilan pribadi dari obligasi, deviden, dan upah, dan pajak atas keuntungan modal;
  • Perusahaan dan para penanam modal benar-benar membayar pajak tersebut.

5. Pembelian kembali saham
Pembelian kembali saham merupakan satu bentuk kebijakan deviden, dengan tujuan untuk mengurangi saham yang beredar. Jika jumlah saham yang beredar berkurang, maka nilai per lembar sahamnya akan meningkat. Ada beberapa alasan mengapa perusahaan membeli kembali saham biasanya, yaitu:
  1. Sebagai cara untuk menciptakan peluang investasi internal;
  2. Untuk memodifikasi struktur modalnya;
  3. Untuk merangsang pendapatan per lembar sahamnya
  4. Pembatasan kelompok pesero minoritas;
  5. pembatasan dampak negative merger dan akuisisi terhadap pendapatan per lembar saham;
  6. Pengurangan biaya perusahaan berupa pembayaran atau pelayanan kepada para persero kecil-kecilan.

Dalam mengadakan pembelian kembali saham perusahaan, ada 3 (tiga) metode yang dapat digunakan, yaitu:
  1. Penawaran tender harga-tetap. Perusahaan membuat tawaran formal kepada para pemegang saham untuk membeli saham yang cukup dengan harga tertentu.
  2. Penawaran tender lelang-pesero utama. Penawaran ini terutama ditujukan bagi pemegang saham mayoritas.
  3. Pembelian lewat pasar terbuka. Perusahaan membeli lewat pialang di bursa efek seperti layaknya investor individual.

6. Deviden saham (stock dividend) dan Pemecahan saham (stock split)
  1. Deviden saham (stock dividend)
Deviden saham sebagai ganti dari deviden tunai , yaitu mengelurkan  lembar saham  tambahan bagi pemegang sahamnya dan menunjukkan penyusunan kembali modal perusahaan sedangkan proporsi Dengan pemecahan. Investor dalam hal ini akan memiliki lebih banyak saham tetapi laba persaham lebih rendah dan  kepemilikan pemegang saham tetap tidak berubah.
  1. Pemecahan saham (stock split)
Saham, jumlah saham meningkat sesuai dengan penurunan nilai nominal saham. Tujuannya adalah untuk menjaga agar harga saham tidak menjadi terlalu mahal, sehingga tetap banyak orang yang mau memperjualbelikannya.
Read More - KEBIJAKAN DEVIDEN
Read More - KEBIJAKAN DEVIDEN