Rabu, 15 Juni 2011

TOURING TO "TAMAN NASIONAL MERU BETIRI"


Hari sabtu kemarin saya bersama teman-teman baru saya yaitu Scores (Scorpio Sidoarjo) dan shadow melakukan perjalanan ke Taman Nasional Meru Betiri. Taman Nasional Meru Betiri terletak di wilayah Kabupaten Jember dan kabupaten Banyuwangi Propinsi Jawa Timur. Taman nasional ini dibuka sejak tahun 1982 oleh Menteri Pertanian dengan luas wilayahnya sekitar 58.000 ha dengan nama diambil dari nama gunung tertinggi di kawasan ini yaitu Gunung Betiri (1.223mdpl). Taman Nasional meru betiri memiliki banyak pantai yang masih perawan dan alami seperti pantai sukamade, pantai bade alit, pantai rajegwesi dan sebagainya. Sedangkan  tujuannya kami yaitu menuju ke Pantai Sukamade yang merupakan penangkaran penyu.

Saya sendiri bersama hendra berangkat dari kota malang pukul 6 sabtu sore dan kami janjian bertemu di pasuruan dengan teman-teman dari sidoarjo sekitar pukul 8 malam. Sebelum sampai kota probolinggo kami berhenti di sebuah SPBU untuk menunggu Ema dan Aam yang menyusul. Bagi anak-anak genk motor perjalanan seperti ini adalah biasa tetapi bagi saya ini adalah perjalanan malam pertama kali dengan sepeda motor yang benar-benar menyenangkan.  Saat menuju Taman Nasional meru Betiri kami memilih jalur sebelah barat yaitu melewati kabupaten jember. Sepanjang malam kami terus melanjutkan perjalanan dengan melewati perkampungan, persawahan ataupun hutan.  Walaupun pemandangan sepanjang jalan tidak dapat dinikmati tetapi bintang dan bulan selalu menyinari kami saat itu.

Sekitar pukul 1 malam kami terpaksa berhenti karena salah satu dari rekan kami ban sepeda motornya mengalami kebocoran, bengkel dadakan gagal kami buka karena perlengkapan kurang banyak, tetapi untungnya  beberapa ratus meter kami berjalan ada sebuah tambal ban 24 jam (skalian ini buat ajang istirahat). Setelah ban sepeda selesai ditambal kami melanjutkan perjalan yang selanjutnya menjadi pengalaman baru untuk saya,  Dimana dari bengkel sampai alun-alun kota jember saya yang menjadi biker dengan mengendarai mega pro new milik hendra (cukup lama juga neh tidak mengendari sepeda motor kompling yang terahir yaitu tiger milik mas Galih...hehehe).


Sampai di alun-alun Jember sekitar pukul 3 dini hari, di alun-alun Jember inilah kami semua mengisi perut. Saat itu para pedagang malam yang ada di alun-alun sudah mulai berbenah untuk pulang tetapi mereka tetap mempersilahkan kami menikmati santap pagi. Tak lama nasi goreng dan kopi panas terhidang di meja. Sekitar pukul 4 pagi, kami kembali menjutkan perjalanan munuju Taman Nasinal meru Betiri. Walaupun kami gagal menikmati matahari terbit di pantai, kami dapat menikmati indahnya hutan tropis yang diiringi suara burung bernyayi merdu dengan menghirup segarnya udara pagi yang kami nikmati sepanjang perjalanan menuju Taman Nasional Meru Betiri. 

Akhirnya sekitar pukul 8 kami memasuki Taman Nasional Meru Betiri yang disambut oleh sebuah gapura. Jalanan mulai berbatu-batu yang berlubang-lubang dengan pandangan sekitar perkebunan coklat, pinus dan kopi. Ketika kami bertanya kepada petugas ternyata untuk menuju pantai sukamade dibutuhkan waktu sekitar 8 jam lagi sehingga kami merubah arah tujuan yang lebih dekat yaitu pantai rajegwesi, hal ini terjadi karena di hari senin besok masing-masing dari teman-teman harus bekerja. Dan sekitar pukul 10 pagi kami telah sampai di pantai Rajegwesi.

Pantai rajegwesi memiliki pantai pasir putih yang memnjang sepanjang kurang lebih 1,5 km dan pasir pantai di barat  barat pantai berwarna coklat akibat endapan lumpur yang dibawa oleh sungai-sungai yang menuju ke pantai. Gelombang laut secara langsung menerjang tepi pantai tanpa adanya batu karang di tengah laut. Dan sekitar pukul 1 kami meninggalkan pantai untuk pulang. Walaupun pantai rajegwesi tidak begitu indah dan special tetapi kali ini perjalan yang kami tempuh cukup menatang, mungkin kami lain kali dapat lebih mengekplore pantai sukamade seperti tujuan awal kami. Ketika pulang kami lebih memilih jalur sebelah timur yaitu melewati kabupaten banyuwangi, sehingga perjalanan akan terasa berbeda. Sekitar pukul 4 sore kami sampai di Pelabuhan gilimanuk. Di pantai pelabuhan gilimanuk ini kami sempatkan untuk beristirahat sejenak dan selanjutnya kami langsung menuju kota situbondo, probolinggo, pasuruan dan tujuan terakhir kota malang.

Go Adventure….
Read More - TOURING TO "TAMAN NASIONAL MERU BETIRI"
Read More - TOURING TO "TAMAN NASIONAL MERU BETIRI"

Kamis, 05 Mei 2011

Review "Perahu Kertas"





Judul: Perahu Kertas
Penulis: Dewi "Dee" Lestari
Tebal Buku: 444 hlm





Woow dewi Lestari,  dari dulu aku suka sekali ma karya-karya dewi lestari.  Sejak membaca “petir-supernova 3” yang menjadi awal pertemuanku dengan supernova. Dan sejak itu pula aku benar-benar  terkena virus nya. Berlanjut kepada “Filosofi kopi” yang membuat aku terus ketagihan akan karya-karya dee. Dan novel ini pun berhasil menyihir aku, dalam sehari langsung selesai terbaca karena semua teralikan oleh cepatnya arus cerita, sederas arus yang membawa perahu kertas….

Sampul belakang dari novel ini bertuliskan…

Namanya Kugy. Mungil, pengkhayal dan berantakan. Dari benaknya, mengalir untaian dongeng indah. Keenan belum pernah bertemu manusia seaneh itu.
...
Namanya Keenan. Cerdas, artistik, dan penuh kejutan. Dari tangannya, mewujud lukisan-lukisan magis. Kugy belum pernah bertemu manusia seajaib itu.
...
Dan kini mereka berhadapan di antara hamparan misteri dan rintangan.
Akankah dongeng dan lukisan itu bersatu?
Akankah hati dan impian mereka bertemu?
***

Di awal ketika aku membacanya aku merasa novel ini seperti teenlit remaja dan membuatku sedikit kecewa. Tetapi ternyata aku salah, Terlalu awal aku menyimpulkanya. Novel ini terasa nyata sama halnya dengan supernova. Ingin rasanya aku bertemu kugy. Aku merasa iri kepada kugy.

Kugy adalah seorang gadis mungil yang ceria, tidak peduli pada penampilannya, selalu berantakan, dan adalah seorang pengkhayal. Dia dibesarkan dalam keluarga yang hangat. Di sini Dee pun mampu menuliskan sesuatu yang kecil tetpi memiliki arti yang besar seperi smua saudara kugy diberi nama dengan awalan huruf “K”. Ia mempunyai sebuah impian untuk menjadi penulis dongeng, cita-cita yang selalu ada namun tak pernah benar-benar terwujud.

Pertemuanya dengan  keenan berawal dari sahabat kugy yang bernama Eko. Keenan adalah sepupu Eko. Antara kugy dan keenan, Keduanya memiliki persamaan yaitu sama-sama seorang pemimpi. Mereka sama-sama harus berjuang mewujudkan mimpinya.

Ditengah perjalanan dalam mewujudkan mimpi mereka masing-masing. Mereka pun mengalami perasaan cinta. Yang menurutku mereka sama-sama takut terluka dan tak ada yang berani mengungkapkan perasaan yang ada dalam hati mereka. Mulai dari ketika mereka kuliah, kugy yang menjalin cinta dengan ojos dan keenan yang berusaha dicomblangi oleh noni dan eko dengan wanda.

Keenan harus berhadapan dengan ayahnya yang menginginkan keenan meneruskan bisnis keluarganya. Sementara kugy dihapakan oleh realita kehidupan. Bahwa kita hidup di dunia nyata semua serba tersa dihitung oleh materi. Oia hampir saja lupa.  Kugy juga memilih mengajar bersama Sakolah Alit. Di sekolah Alit ini kugy tidak hanya mengajar tetapi juga belajar dari  anak-anak (ups, jadi kangen ma murid-muridku di bimbel).

Dalam proses mewujudkan mimpi ada perbeedaan antara kugy dan keenan. Menurutku Keenan lebih berani dalam mewujudkan mimpinya. Ia memilih pergi dari rumah dan menuju ke Bali untuk terus melukis. Sementara Kugy yang lulus lebih awal langsung memutuskan untuk mencari pekerjaan dan ia mendapatkan pekerjaan yang baik di sebuah perusahaan advertising. Kugy pun nyaris berhenti menulis.  Dia Tak peduli lagi dengan ambisinya menjadi penulis dongeng. Daya khayalnya tergantikan oleh rangkaian pikiran logis yang bekerja mekanis bagai robot untuk belajar, belajar, dan hanya belajar.

Disinilah aku merasa novel ini benar-benar nyata. Seperti kehidupanku yang selalu berusaha jalan di jalan semestinya. Sama-sama memiliki sifat naïf, penuh impian tetapi seiring dengan waktu dan bertambahnya usia, tahu akan kenyataan
segalanya menjadi berubah.  Belajar, kuliah, kerja kerja dan kerja…hal itulah yang aku lakukan. Aku merasa tak seberani kugy.  Aku selalu berfikir kenapa kita susah sekali mewujudkan mimpi karena kita hidup di dunia nyata bukan di dunia dongeng yang penuh dari khayalan dan impian. Tetapi aku harus terus berusaha mewujudkan mimpi karena tanpa mimpi aku hanyalah manusia tanah biasa….

Kembali lagi kedalam novel. Sementara Di bali keenan bertemu dengan Luhde,  seorang perempuan Bali yang polos dan lugu dengan sifat khas orang timur.   Sementara di kantor Kugy dipertemukan dengan Remi. Remi adalah atasan kugy yang memiliki sifat bijaksana dan sangat mencintai Kugy.  Kugy dan Keenan masing-masing telah menemukan cinta di hadapan mereka, akan tetapi cinta yang mereka pernah rasakan dulu seolah tidak dapat dihapus dengan mudah. (hadeh lagi-lagi ada orang lain, akupun juga selalu bertanya sebenarnya siapakah jodohku..hehehe)

Novel inipun mampu membuatku selalu bertanya-tanya. Kalian juga ! pasti akan penasaran akan kemanakah perahu kertas yang terbawa aliran sungai akan berhenti…kali ini pun aku tidak akan memberi tahu kalian akankah kugy dan keenan bersatu ? Walapun menurut beberapa orang  yang kurang suka akan perahu kertas, dimana dee mengapa lebih memilih menulis novel remaja. Tetpi aku justru berterimakasih kepada Dee  telah mengingatkanku kepada mimpi-mimpiku  “punyak taman kanak-kanak, mendaki salah satu seven sammit dan mendapatkan puncak bersaljunya”, yang sempat terkubur di dalam tumpukan lembar realita kehidupan

Hayukkkk baca yukksss !!!!
Read More - Review "Perahu Kertas"
Read More - Review "Perahu Kertas"

Minggu, 17 April 2011

PANTAI KONDANG MERAK (Kondang Merak Beach)


Cihui ke pantai lagi…baru seminggu kemarin saya ke pantai kondang merak bersama seorang teman, padahal belum sempat nulis cerita hari mingggu kemarin kembali saya mengantar taman-teman cewek yaitu ocha, della dan ira ke pantai kondang merak.

Pantai kondang merak sendiri terletak di kabupaten malang. Pantai Kondang Merak bersebelahan dengan pantai Balekambang. Dari kota malang hanya dibutuhkan waktu satu jam saja yaitu melewati kota malang, kepanjen dan selanjutnya Gondanglegi.  Walaupun  pantai Kondang merak tidak sepopuler pantai balekambang maupun pantai ngliyep, tetapi pantai kondang merak  memiliki pemandangan yang sangat indah dan masih sangat alami.  Pantai Kondang merak juga minim akan  fasilitas, bahkan listrik saja di pantai ini belum tersedia dan hanya beberapa kepala keluarga yang tinggal di pantai ini. Tetapi justru hal inilah yang menjadikan pantai kondang merak alami. Tahu sendiri kan, semakin banyak pengunjung pantai justru lebih kotor. Oleh karenanya saya berdoa semoga sampai nanti hanya pengunjung yang benar-benar bisa menjaga kelestarian alamlah yang mengetahui keindahan Pantai Kondang merak. Amin.

Untuk memasuki kawasan pantai kondang merak kita harus melewati  jalanan dengan tanah berkapur, dimana ketika hujan tanah akan licin dan lengket yang menyulitkan unyuk dilewati. Pada kunjungan saya yang pertama seminggu kemarin memang tidak sulit tetapi minggu kemarin sangat susah dilalui apalagi  untuk kendaraan mio milik ira yang memiliki ban kecil. Kamipun terpaksa balik kucing deh..

“yah koq nyerah !” kataku
“sepeda kamu gitu enak, lha punyaku “ bantah ira
“pantainya bagus banget lho, rugi deh kalau dah sampai sini tapi tidak sampai kondang merak “ 
kataku

Tapi akhinya saya berhasil juga membujuk mereka bertiga untuk berjalan menuju kondang merak dengan berjalan kaki dan menitipkan sepeda kami di penitipan pantai balekambang dan sepanjang perjalanan..(asyik juga kan berpetualangan lagi dan melemaskan otat kaki)

“aduh serem ini  empat cewek cantik melewati hutan seperti ini, kalau diculik bagaimana ?” kata ira
“gak usah lebay ra..” kata della
 “aduh nia pa masih jauh, sudah capek ini, katanya dekat tapi  mana..” keluh della
“ih.. gini ini kalau jalan ma anak gunung harus siap di ajak jalan” kata  ocha
“hahahahha, lho kan bener katanya pingin jalan-jalan, aku turuti  koq tambah ngomel, sudalah nikmati ini hutan, belum pernah kan kamu ke hutan…” kataku

Yap mereka bertiga memang teman jalan-jalan dan hanya ocha yang sering mau jika di ajak naik gunung. Dan sepanjang perjalanan kami menuju pantai kondang merak yang melewati hutan dengan jalanan tanah berkapur dan setelah berjalan sekitar satu jam kami baru menemukan jalan beraspal yang hanya beberapa meter  saja pantai kondang merak akan nampak.

“wah jernih banget airnya , beda ma balekambang yang keruh” kata ria
“iya ra, gak rugi kakiku lecet neh, pantainya benar-benar bersih dan ombaknya tidak besar , untung indah gini kalau gak kamu aku pecat jadi teman nia” kata della

Pantai kondang merak memang menawarkan keindahan tersendiri, dengan pasir putih membentang  di sebelah timur dan belah barat terdapat dua buah karang sehingga gelombang laut tidak secara langsung ke pantai. Air pantai yang jernih dan dihiasi batu-batu karang yang masih alami. Bahkan kami menemukan banyak sekali keong atau kerang laut dan udang  yang masih hidup, hal ini benar-benar menunjukan kalau pantai kondang merak kelestarianya masih terjaga dengan baik. Dan di sebelah barat terdapat hutan yang menawarkan udara segar. (terbukti juga tiga temanku yang suka ngemall tidak menyesal dengan berjalan jauh…hehehe). Tak terasa hari sudah hampir sore sehingga kami memutuskan untuk pulang. Dan dewi Fortuna berada di pihak kami karena saat itu ada keluarga yang membawa mobil sehingga kami memperoleh tumpangan, tidak perlu berjalan untuk menuju pantai balekambang dech.


Benar-benar acara jalan-jalan yang menyenangkan !! besok lagi ya kawan..

Read More - PANTAI KONDANG MERAK (Kondang Merak Beach)
Read More - PANTAI KONDANG MERAK (Kondang Merak Beach)

Jumat, 01 April 2011

RAFTING


Udah lama neh gak rafting…akhirnya kemarin saya bersama-sama teman-teman pergi rafting ke kasembon. Kami berlima kumpul di rumah noval yang ada di tlogo mas.  Perjalanan menuju Kasembon dari arah kota Malang dapat ditempuh sekitar 1 jam perjalanan. Dari Kota Malang kami menuju arah barat melewati kota Batu, Pujon dan sampai di Kasembon. Kami memilih  Family Trip dengan harga Rp125rb per orang.

Kami berangkat dari kota malang sekitar pukul delapan pagi dan sampai di sana kami langsung mengenakan perlengkapan. Kami mengarungi sungai sepanjang 7,5 km dengan waktu 2 jam. Sebelum mengarungi sungai kami di brefing terlebih dahulu oleh seorang pemandu.  Perjalan sungguh asyik  dengan melewati beberapa jeram yang menyenangkan. Tidak terasa setelah  berjalan sebentar (perasaan saya ini) kami berhenti untuk beristirahat. Sambil beristirahat kami menikmati makan jagung bersama yang disediakan oleh pemilik Rafting. Udara panas tidak mempengaruhi kami dengan percikan air jeram kami terus mamaju  ban dengan kecepatan yang cukup tinggi. Tak lama kemudian kami pun telah sampai di akhir petualangan jeram. Sungguh pengalaman singkat yang menyenangkan.

Read More - RAFTING
Read More - RAFTING

Selasa, 29 Maret 2011

Review "Cinta Di dalam Gelas"





Judul: Cinta di Dalam Gelas
Pengarang: Andrea Hirata
Penerbit: Bentang Pustaka, Jogjakarta






Cinta di dalam Gelas adalah bagian  dari dwilogi padang bulan. Saya membeli bersamaan dengan Padang Bulan, cetakan novel Bernama cinta dalam gelas karena seorang pasangan suami istri, dimana sang istri menyajikan segelas minuman untuk sang suami, minuman itulah yang merupakan perwujutan cinta sang istri (so sweet yach..). Novel ini akan mampu membuat kita tersentuh dan menginspirasi kita dalam menghadapi suatu masalah yang berat.
Bagi kawan yang yang pernah membaca Maryamah Karpov pada logi keempat Laskar pelangi, tentunya ingin tahu siapakah dia bukan ?... dan dalam novel inilah Andrea Hirata akan mecritakan mozaik kehidupan dari maryamah karpov. Pada novel Cinta di Dalam Gelas-lah Maryamah menjadi tokoh utama Nama lain.  Maryamah ternyata adalah Enong, seorang anak yatim. Jika dalam novel Padang Bulan Enong menjadi penambang perempuan pertama, sedang di novel ini dia menjadi perempuan pertama pula yang bertanding catur di perayaan 17 Agustus di Belitong.

Permainan catur ialah hal penting di Belitong. Permainan ini telah mentradisi dan bisa mengangkat drajat seseorang apabila menjadi juara, terutama di kejuaraan 17 Agustus-an. Untuk itulah Maryamah memutuskan ikut pertandingan catur pada 17 Agustus kelak. Dibalik keinginan maryamah bermain catur sebenarnya untuk  mengalahkan kepongahan mantan suaminya, Matarom, yang jago dalam bermain catur. Dia sakit hati pada Matarom yang seringkali berlaku kasar sejak dia menikah dengannya. Untuk itulah dia ingin memberi pelajaran padanya. Keinginan bermain catur kemudian dia utarakan pada Ikal. Awalnya Ikal bingung, bagaimana cara mengajari orang catur yang belum sekalipun bermain catur. Padahal mimpinya adalah mengalahkan sang jagoan catur tanah belitong, Matarom, yang telah menjadi rezim.

Ikal ingat dengan temannya, Ninochka Stronovsky, perempuan grandmaster dunia. Via Internet, Ikal belajar catur pada temannya, Ninochka Stronovsky, asal Georgia. Dia adalah teman Ikal ketika ia sekolah di Universitas Sorbonne, Prancis ( yang diceritakan dalam tetralogi lascar pelangi). Ikal kemudian mengajari Maryamah sesuai petunjuk Ninochka via internet. Awalnya sulit, tapi lambat laun Maryamah ternyata dapat menyerap dengan cepat. Walhasil, dia menjadi mahir, dan siap mengikuti perlombaan. Banyak orang mencibir dan menghalangi Maryamah untuk mengikuti lomba catur. Pasalnya, lomba catur adalah hal yang tabu di tanah Belitong. Seumur-umur tidak ada perempuan yang bermain catur, terlebih ikut perlombaan. Tapi, Maryamah tidak bergeming. Dia terus maju.

Dalam pertandingan, satu persatu dilahapnya lawan-lawan Maryamah. Di final, ia berhasil mengalahkan Matarom. Tuntas sudah misi Maryamah untuk mempermalukan Matarom, mantan suaminya, di khalayak umum. Tidak hanya itu, kemenangan Maryamah sejatinya kemenangan kaum perempuan dalam mendobrak tradisi patriarki yang masih sangat kental di tanah belitong.

Lewat permainan catur Maryamah berhasil mengangkat harkat dan martabatnya sebagai perempuan yang sejak remaja menjadi bulan-bulanan kaum laki-laki. Karakter dirinya terefleksikan dalam permainan caturnya, sebagaimana yang dikatakan Andrea, “…barangkali penderitaan dan tanggung jawab besar yang merundung Maryamah sejak kecil, serta sebuah perkawinan yang menyiksa, telah membentuk dirinya menjadi seorang survivor yang tangguh dan defender yang natural. Semua itu kemudian terefleksi dalam permainan caturnya. Jika ia melindungi rajanya—sebagaimana ia melindungi diri, ibu dan adik-adiknya—ia takkan pernah bisa tersentuh.”
Read More - Review "Cinta Di dalam Gelas"
Read More - Review "Cinta Di dalam Gelas"

Minggu, 13 Maret 2011

Review "Padang Bulan"






Judul : Padang Bulan
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang





Setelah sukses dengan “tetralogi Laskar Pelangi” Andrea Hirata kembali menerbitkan dua buku sekaligus yaitu “dwilogi padang bulan”.  Novel ini pun sangat menarik dan sudah lama sekali saya menunggu karya-karya andrea hirata setelah tetralogi laskar pelangi. Walaupun judul berbeda tetapi dengan kecerdasan Andrea hirata ia mampu mengabungkan novel Dwilogi Padang bulan sebagai bagian dari Tetralogi laskar Pelangi. Andrea hirata selalu menyusun mozaik kehidupannya menjadi sebuah sebab akibat, menjadi sebuah takdir yang indah dan semuanya bukan secara kebetulan. Seperti dalam tetralogi laskar pelangi, andrea hirata selalu mengunakan alur maju mundur yang menjadikan smua karyanya menarik. Dengan bahasa yang mudah dimengerti dan kocak membuat para pembaca tidak akan bosan membaca novel ini.  
Novel ini diawali dengan kisah Enong. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Ayahnya adalah buruh timah bernama Zamzami. Enong masih duduk di kelas enam SD. Ia senang sekali dengan pelajaran bahasa Inggris. Kelak, ia ingin menjadi guru bahasa Inggris.

Namun, suatu ketika ayahnya meninggal karena tertimbun tanah saat bekerja di tambang timah. Ekonomi keluarganya menjadi rapuh. Akhirnya, ia drop out dari SD. Ia harus menghidupi keluarganya.

Novel kemudian menceritakan kisah Ikal yang berusaha mengejar cinta sejatinya, A Ling. Ayah Ikal sebetulnya melarang untuk mendekati gadis keturunan Tionghoa itu. (nah benarkan ! disilah andrea hirata mengabungkanya  dengan tetralogi lascar pelangi..). Tapi Ikal tidak menurut. Ia malah hendak melarikan A Ling ke Jakarta. Ya, mereka hendak backstreet atau kawin lari. Begitulah kira-kira dalam benak Ikal. Ia lakukan itu lantaran hubungannya tidak direstui orang tuanya.
Ketika ikal ingin menyampaikan niatanya tersebut kepada A Ling, ternyata Aling tidak ada di rumahnya. Kata tetangganya, ada seorang pria menjemputnya dengan sepeda. Kontan, ia cemburu. Sangat cemburu. Ia pun meminta bantuan M Nur, detektif (-detektifan). Sang detektif memberi tahu bahwa laki-laki itu bernama Zinar, calon suami A Ling.

Setelah mengetahui orangnya, Ikal menjadi minder dan mengamini hubungan mereka. Betapa tidak, dari segi fi sik ia sangat kalah. Zinar  Tampan dan tinggi seperti Chow Yun Fat, aktor film China. Lelaki itu terkenal juga dalam kejuaraan catur, tenis meja, voli, dan sepak bola pada 17 Agustus-an. Ikal putus merasa patah hati sehingga Ia pun berniat mencari pekerjaan ke Jakarta. Namun, tiba-tiba ia mendapat ilham untuk mendapatkan hati Aling krembali. Ia akan mengalahkan Zinar pada perlombaan Agustus-an kelak.

Pertama-tama ia  akan mengalahkan Zinar dalam tanding catur. Tapi, sayang, dalam pertandingan, Ikal kalah sama Zinar. Kemudian Ikal menantangnya lagi dalam lomba tenis meja. Saat pertandingan, Ikal ternyata kalah lihai dengan Zinar. Walhasil, Ikal kalah telak. Terakhir adalah sepak bola. Tapi, sayang, ia hanya menjadi cadangan dan tidak pernah dimainkan.
Ikal pasrah dan putus asa. Ia mengalami demam. Ia meratapi nasibnya. Namun, suatu ketika ia menemukan brosur iklan yang menawarkan alat peninggi badan. Ia senang bukan main. Paling tidak, pikirnya, dari segi postur dirinya sama dengan Zinar. Ia pun memesan alat tersebut. Tapi, nahas ketika alatnya dipakai terjadi kesalahan yang membuat alat itu justru menjerat lehernya  dan terlihat akan gantung diri. Untunglah saat itu ia diselamatkan oleh Enong.


Novel ini  benar-benar mampu membuat kita tertawa oleh tingkah ikal yang konyol. Jadi jangan ragu lagi, segera membacanya yaa…


Read More - Review "Padang Bulan"
Read More - Review "Padang Bulan"

Rabu, 09 Maret 2011

CANGAR (Taman Hutan Raya R. Soeryo)


Baru hari minggu kemarin saya bersama seno dan fandi ke pulau sempu dan hari selasa kemarin saya besama keluarga besar dipak pergi ke cangar. Mereka adalah adi, alawi, ace, bayu, cesy, deva, deby, dedy, evi, hanung, riza, sofi dan yuda. Cangar merupakan wisata air panas yang terletak di  kota Batu. Cangar sendiri merupakan sebuah nama sebuah dusun sekaligus pemandian air panas yang terletak di kelurahan Tulungrejo, kecamatan Bumiaji, kota Batu. Cangar terletak di dalam kawasan Taman Hutan Raya R. Soeryo. Cangar merupakan jalan tembus menuju Kabupaten/Kota Mojokerto melalui Pacet, dengan ketinggian diatas 1000m dpl.
Pukul 8 pagi hari kami berkumpul di kontrakan bayu dan baru pukul Sembilan kami menuju ke cangar. Ketika memasuki daerah Tulung rejo jalanan menuju cangar mulai berkelok kelok dan beberapa ada yang memiliki kemiringan hampir 90 derajat dengan lebar jalan hanya sekitar 4 meter sehingga kami harus berhati-hati agar tidak terserenpet dengan kendaraan lain yang berlawanan arah (yap, seperti alawi dan riza yang terjatuh karena berpapasan dengan mobil..hiks). Tetapi sepanjang jalan ini mata kami semua benar-benar dimanjakan oleh pemandangan yang menawan yaitu jurang dan pegunungan yang ditanami oleh berbagai macam sayur-mayur dan buah-buahan terutama apel (ini neh buah khas kota batu yaitu apel batu).
Sampai ke Taman Hutan Raya R. Soeryo tepatnya di depan papan nama Taman ini kami tak lupa nampang dulu alias narzis (pokoknya klo ma dipak selalu saja foto deh).  Jika kita masuk dari pintu masuk utama Taman Hutan Raya R. Soeryo di mana  sebelum sampai pada lokasi pemandian kita akan menemukan sebuah jalan “jogging track” yang panjangnya sekitar 1,2 km dan saat itu kami memilih untuk melewati jogging track, walaupun saya sudah 3 kali ke cangar baru kali ini saya melakukan penjelajahan dalam kawasan Taman Hutan Raya R. Soeryo. Pada awal perjalanan kami, kami melalui anak tangga yang lumayan tinggi dan licin, sayangnya beberapa tangga mengalami kerusakan sehingga kami harus berhati-hati. Yang disusul pemandangan yang benar-benar menyejukan pernafasan kami, menyegarkan mata dan memanjakan telinga, mulai hijaunya pepohonan sampai suara jangrik dan burung-burung yang menambahkan keelokan hutan ini. Bagi kami perjalanan kali ini lebih untuk mengikat keakraban kami salami ini ( buat saya sendiri anak-anak dipak sudah seperti keluarga besar yang sama-sama merantau untuk mencapai cita-cita masing-masing). Setelah sekitar 1,5 jam kami berjalan kami bertemu dengan sebuah Gua Jepang (kembali foto-foto..hehehe).
Setelah capek berjalan kaki dengan medan cukup melelahkan, kami memutuskan untuk merendam diri dengan kehangatan air canggar. Sumber mata air panas cangar sendiri berasal dari Gunung welirang, sebuah gunung yang menghasilkan belerang dan dari cangar juga kita dapat melihat puncak Gunung Welirang yang terus mengeluarkan asap. Saya, Evi dan Deby awalnya lebih memilih kolam yang khusus untuk perempuan (seperti kolam pribadi saja karena hanya kami bertiga saat itu) dan baru beberapa lama kami memilih bergabung dengan para lelaki yang berada di kolam utama dengan kepanasan air yang cukup tinggi. Di Canggar sendiri memiliki 4 kolam  yaitu 2 kolam dengan tipe batuan sehingga tampak alami, 1 kolam khusus wanita dan 1 buah kolam renang besar (kolam renang ini juga merupakan air panas walaupun lebih dingin dibandingkan dengan kolam yang lain). Untuk fasilitas yang ada di Canggar  cukup lengkap, bahkan kamar mandi yang ada juga dialiri oleh air hangat dengan harga tiket yang sangat terjangkau.
Saat waktu telah menunjukan pukul setengah 1 siang  mulai hujan dan hujan tak mengurungkan niat kami untuk terus merendam diri di kehangatan. Bagi para pecinta “tape ketan” di canggar juga selalu ada yang menjualnya. Oleh karena itu selain menghangatkan kulit kami dengan air panas, kami juga menghangatkan tenggorokan dengan “bathek” (air hasil fregmentasi tape ketan). Baru pukul 2 siang hujan mulai reda dan  kami mengakhiri acara rendam berendam. Setelah selesai berganti baju, kami harus disibukan oleh insiden mencari sebuah sandal yaitu sandal eiger milik yudha hilang dicuri orang (nah ini tips juga buat teman-teman ketika berenang/berendam pakaian harus tetap dijaga ya ! sandal az hilang…). *akhirnya sandal tidak ditemukan.
Sekitar pukul 3 sore kami pulang menuju kota malang (kasian neh yuhda nyeker men jadinya…hehehe). Belum lama kami berjalan meninggalkan daerah cangar hujan rintik mulai turun kembali dan kami pun berteduh di sebuah gubuk dengan tanaman apel di sekitar gubuk (coba klo matang pasti kita makan tapi alhamdllh juga kami tidak jadi mencuri apel karena masih mentah..ck ck ck). Ditunggu-tunggu hujan tidak juga reda, sehingga dengan terpaksa kami berjunan-hujanan. Hampir memasuki kota batu, kami mampir di sebuah lesehan karena dinginya air membuat perut kami lapar. Setelah selesai makan dan kenyang kami baru pulang menuju kota malang.
Read More - CANGAR (Taman Hutan Raya R. Soeryo)
Read More - CANGAR (Taman Hutan Raya R. Soeryo)