Selasa, 19 Oktober 2010

PETUALANGAN

Arti sebenarnya tidak tahu juga saya, mungkin nanti akan saya cari di kamus,…hehehe. Dari dulu saya senang sekali berpetualanagan  merasakan sesuatu yang baru yang lebih menegangkan. Petualangan adalah sesuatu yang menyenagkan untuk mencintai lebih dalam tentang Alam dan isinya. Agar menyenagkan petualangan diperlukan persiapan lhoo agar semuanya lancar. 
1.       Pilih-pilih teman
Pilih teman di sini sangat penting lho, sangat sampai kita ingin mendaki gunung dan memilih teman kuliah. Bisa gawat, alhasil baru berjalan 2 jam sudah minta balik. Soal mendaki  gunung memang susah mencari teman. (baca artikel “pilih-pilih teman”) 
2.      Tentukan tujuan
Soal tujuan penting juga neh. Buat saya petualangan tu ada daki gunung ataupun sekedar traveling. Untuk traveling pun menurut aku dibagi 2 lagi pake kendaraan umum atau pribada (kayaknya lebih enak pribadi dengan naik sepeda motor asyik tu..) dan yang pasti tetep asas ekonomis. Untuk daki gunung neh yang harus bener-bener di pastikan apakah kita Cuma ingin camping, harus puncak, atau camping + puncak. Karena tujuan ini akan nentuin barang-barang yang akan dibawa. Ya kalau cm jalan2 kenapa bawa tenda yang berat-berat. (kalau aku gitu seh nyantai puncak oke, camping oke, tp klo tujuan awal PUNCAK ya puncak harus sampai..)
3.      Susun rencara
Menyusun rencana tu gak mesti lama koq, sekarang nyusun rencana 1 jam kemudian berangkat gak masalah. Sering kali justru klo terlalu lama berencana akhirnya batal karena banyak perhitungan. Teman sudah ada, tujuan ada kita langsung berangkat.. !!!
4.     Siap Dalam Perjalanan
Semua sudah beres !!!! berangkat…. Dalam perjalan apapun bisa terjadi  Walapun kita sudah pilih teman, tentuin tujuan dan susun rencana belum tentu semuanya berjalan lancar seperti dalam rencana. itulah menariknya sebuah petualangan karena semunya serba tak terduga. Kita dapat bertemu hal-hal baru  ataupun ternyata teman kita yang memiliki sifat kurang menyenangkan. Oleh karena itu kita harus mengerti alias beradaptasi ma teman perjalanan kita. Gak asik kan klo niatnya jalan-jalan tapi tambah debat. (kalau saya santai az, bahkan bisa dipimpin ataupun memimpin, walaupun lebih suka ngikut saja karena terima jadi…hehehe, sering kali ada  teman yang egonya besar dan maunya nomer satu, nah agar kita bisa nyaman dengan orang seperti ini kita kadang harus mengikuti dia dengan catatan yang diikuti bener lho...gak asal ngikut).

Selamat BERPETUALANG semua... :))




Read More - PETUALANGAN
Read More - PETUALANGAN

Senin, 11 Oktober 2010

GUNUNG ARJUNO

Ada 3 jalur pendakian ke Gn. Arjuno yaitu jalur Tretes (utara), jalur Lawang  (timur) dan jalur Cangar (barat). Untuk jalur cangar ini merupakan jalur tidak resmi dan tidak disarankan ketika musim hujan. Selain  Gunung  Arjuna (3339 mdpl) dan  Gunung  Welirang (3156 mdpl) kita juga dapat  mendaki  Gn. Kembar I (3051 mdpl), Gn. Kembar II (3126 mdpl) dan  Gn. Ringgit (2477 mdpl).

Saat itu saya bersama chen, fikri, dan  monik. Kami sendiri lebih memilih jalur Lawang (timur), lawang merupakan bagian dari kabupaten malang. Untuk menuju lawang dari kota malang (terminal arjosari) cukup dengan mikrolet jurusan lawang dan turun di kebun teh wonosari dan dilanjutkan dengan naik ojek yang menuju perijinan (PHPA), jika anda beruntung dapat juga menumpang bak terbuka milik perkebunan sampai perijinan (biar hemat, sengaja nunggu tumpangan euy..he he he). Jika kawan dari Jakarta atau Surabaya dapat juga menggunakan kreta api yang turun di stasiun lawang dan dilanjutkan dengan ojek sampai PHPA.

Untuk persediaan air , sebaiknya disiapkan dari perijinan sampai puncak. Dari perijinan  terus berjalan dan melewati kebun teh Wonosari  selama 5 jam perjalanan kita akan sampai di “Oro-oro Ombo”/pos 3 (buat kemah di sini tempatnya, tanda pos 1 n pos 2 ilang tiba-tiba sampai di pos 3…he he he). Dari “oro-oro Ombo” menuju puncak dibutuhkan 6-7 jam perjalanan dengan melewati hutan dengan jalanan yang menanjak. Untuk menuju puncak terakhir ini, setelah kita melewati Hutan kita akan melalui padang rumput yang jalannya menanjaki. Mendekati puncak, kita akan berjalan melewati batu-batu yang sangat banyak dan menyerupai taman yang sangat indah. tidak beberapa lama kemudian  puncak G. Arjuna talah di daki..
Read More - GUNUNG ARJUNO
Read More - GUNUNG ARJUNO

Sabtu, 09 Oktober 2010

RESENSI "Negeri 5 Menara"







Judul buku : Negeri  5 Menara
Pengarang : A. Fuadi
Penerbit : PT Gramedia Pusat Utama
Tahun terbit : 2009
Tebal : xiii +  423 halaman




Buku ini saya ketahui pertama kali dari sahabatku lusi (bahkan buku tetralogi Laskar Pelangi sampai Maryamah Karpov saya meminjam dia). Dan berhubung dia harus kembali ke Surabaya yang otomatis membuat saya beli donk. Negeri 5 Menara menjadi menarik dari buku lainya karena merupakn kisah nyata. Buku ini hampir mirip dengan novel Laskar Pelangi yang berisi akan kesungguhan akan meraih mimpi. (ternyata emang sulit ya hidup di pondok, tetapi pengarang dapat manfaat yang besar). Bahkan yang membuat saya suka akan movel itu diceritakan juga tentang kasih sayang ibu & bapak alif. Kadang kita selalu membantah kata Orang tua padahal kata nasehat orang tua selalu benar. Berikut crita:
Alif Fikri yang berasal dari Maninjau, Bukittinggi, adalah seorang anak desa yang sangat pintar. Ia dan teman baiknya, Randai, memiliki mimpi yang sama: masuk ke SMA dan melanjutkan studi di ITB, universitas bergengsi itu. Namun Amak (IBU) menghapus mimpinya masuk SMA. “Beberapa orang tua menyekolahkan anaknya ke sekolah agama karena tidak cukup uang untuk masuk ke SMP atau SMA. Lebih banyak lagi yang memasukkan anaknya ke sekolah agama karena nilainya tidak cukup. Berbeda dengan alif, ia merupakan anak yang pandai. “Bagaimana kualitas para buya, ustad, dan dai tamatan madrasah kita nanti? Bagaimana nasib Islam nanti? Waang punya potensi yang tinggi. Amak berharap Waang menjadi pemimpin agama yang mampu membina umatnya,” inilah yang dikatakan Amak alif.
Terdapat kata motifasi “man jadda wajada” yang berarti “Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil.” selain Man Jadda wajada tadi adalah Ajtahidu fauqa mustawal akhar. Berjuang di atas usaha orang lain. Dan juga semangat Alif waktu memaksa diri untuk belajar. Setiap ingin menyerah dan tidur, Alif melecut dirinya dengan kata2 “ayo satu halaman lagi.. satu kalimat lagi.. satu kata lagi..” inilah yang saya sukai
Biarpun masuk di pesantren karena terpaksa, namun Alif mulai menyukai kehidupan di pondok. Terlebih lagi, ia sangat menikmati hidup persahabatannya dengan Sahibul Menara, sebuah sebutan penghuni PM terhadap Alif dan 5 teman lainnya yang selalu berkumpul di bawah menara tertinggi di Pondok Madani. Mereka adalah Said, Baso, Raja, dan Atang. Persahabatan lekat yang dijalin bersama sangat cukup menjadi penghiburan bagi Alif. Mereka memiliki cirri khas dan kepintaran masing-masing. Di satu sisi ada kegelisahan bahwa teman baiknya Randai sudah masuk SMA terbaik yang pernah mereka idamkan bersama, sudah melewati masa SMA dengan penuh tawa, dan dengan bahagia berhasil merebut impian mereka tertinggi: masuk universitas di ITB. Pertanyaan “jadi apa aku nanti?” terus terngiang dalam kepalanya mengingat ijazah PM tidak diakui walaupun sangat diakui di luar negeri. 
Satu lagi kelebihan novel ini. Pembaca tidak akan bosan membaca kehidupan di pondok karena penulis mampu menghasilkan cerita yang rapi dengan kedetailan kejadiangaya. Pengambaran akan kehidupan di pondok juga diceritakan secara rapi yang membuat pembaca dapat berimajinasi seolah-olah berada dalam pondok sebenarnya. Buku ini berencana terbit dalam bentuk Trilogi. Jadi benar-benar tidak sabar menunggu buku keduanya.


Read More - RESENSI "Negeri 5 Menara"
Read More - RESENSI "Negeri 5 Menara"

Kamis, 07 Oktober 2010

Cara Merawat Ular (ular pelangi,ijo dan piton)

Secara umum merawat ular itu lebih mudah dibandingkan dengan binatang-binatang lain. Ular adalah binatang yang bersisik sehingga sangat cocok dijadikan hewan peliharaan bagi  seseorang yang alergi dengan bulu. Untuk pemula sebaiknya pilihlah ular yang tidak berbisa atau berbisa rendah. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • Seminggu sesekali madikan ular, tetapi jangan ketika ular berganti kulit.
  • Siapkan kandang sesuai ukuran ular, jangan terlalu kecil. Untuk ular yang besar hanya sampai satu meter, sebaiknya bahan kandang dari kaca. Dan untuk ular besar seperti pyton kandang sebaiknya dialasi carpet model Atroturf karena mudah dibersihkan dan anti bakteri, sangat tidak disarankan mengunakan Alas yang mengandung Cedar karena Cedar mengandung racun yang bisa membunuh ular.
  •  Jagalah kebersihan kandang dan kelembaban kandang, karena rata-rata ular Indonesia hidup di daerah tropis. Tetapi jangan biarkan ular berada di tempat lembab terlalu lama, sesekali jemurlah di sinar matahari yang tidak terlalu terang atau berilah kandang lampu. Sehingga kulit ular bebas dari bakteri dan jamur.
  • Selalu lihat kondisi kulit ular apakah berbau, berjamur tidak ataupun dihingapi kutu.
  • Selalu lihat mata ular, yang mana seharusnya mata ular jernih dan tidak berbayang.
  • Ketika ular ular berganti kulit, biarkan kulit terkelupas dengan sendirinya.
  • Berikan makan secara teratur, antara satu sampai dua minggu sekali. 
  • Berikan makanan ketika mangsa dalam kondisi hidup jangan mati. Jadi ketika menjadikan ayam sebagai makananya biarkan ayam tetap hidup, hal itu disebabkan ular akan mendeteksi mangsanya yang memiliki energi panas dalam tubuh.
  • Berikan  makan seekor mangsa yang tidak lebih lebar, dari bagian terluas tubuh ular.
  • Dan yang terakhir sayangi ular anda sepenuh hati dan berilah perhatian yang cukup.
Ini ada beberapa jenis ular yang pernah saya perihara…secara khusus sebagai berikut :

Ular Pelangi
SUNY
Disebut juga Iridescent Earth Snake, Sunbeam Snake, Ular wlingi (jawa) Ular pelangi sebagian habitatnya adalah air. Ular pelanggi merupakan ular yang tidak berbisa dan ular ini sangat pasif sehingga sangat cocok sebagai pemula dalam memelihara ular.  Dalam makanan ular pelangi juga sangat mudah. Makanan ular pelangi adalah tikus ,  tetapi jika tidak ada tikus dapat juga digantikan dengan cicak dan ikan seukuran cicak  (alibi : sebenarnya ak jijik ma hewan berbulu pa lagi tikus..he he he). Berhubung mencari dan menangkap cicak itu susah-susah gampang lebih baik memberikanya ikan saja. Saat memberikan makanan ikan sebaiknya biarkan ular berenang bersama ikan, jadi masukan ular dalam sebuah bak air yang sesuai dengan ukuranya agar dapat berenang dengan bebas.

Ular Ijo
Red-tailed Racer, Dak Awu, Gadung Luwuk/Gadung Perak. Ular ijo merupakan ular dengan habitat pohon, sehingga sebaiknya  kandang ular ijo diberi dengan ranting-ranting sehingga ular. Ular hijau memiliki bisa sedang sehingga harus berhati-hati. Dibandingkan ular pelangi ular hijau lebih agresif. Makanan ular ijo adalah burung. Sangat penting memilih burung yang disesuaikan dengan ukuran ular jangan sampai burung lebih besar dari pada ular.
Ular Piton
 Dibandingkan ular pelangi dan ular ijo, ular piton jauh lebih besar. Ular piton dapat mencapai panjang 3 meter. Selain itu umur ular piton juga jauh lebih panjang dan dapat mencapai umur 20 tahun. Ular pyton memiliki beragam warna dan jenis, sementara tang terkenal adalah batik, loreng, Albino, Hijau, Granit dan tiger. Dalam memelihara ular piton biaya yang dikelurkan jauh lebih besar, sehingga sesuaikan dengan kantong anda. Hal ini dikarenakan oleh makanan dan perawatanya yang cukup besar. Tetapi harga jual ular piton sangat tinggi, sehingga dapat juga ini dijadikan bisnis, kalau perlu ternak ular pyton. (pingin belajar ternak ular pyton juga…he he he). Untuk makanan ular pyton sesuaikan dengan ukuranya, mangsa ular pyton dapat berupa burung, tikus, kadal atupun ayam.

Ref : “Pengalaman Pribadi”


Read More - Cara Merawat Ular (ular pelangi,ijo dan piton)
Read More - Cara Merawat Ular (ular pelangi,ijo dan piton)

Rabu, 06 Oktober 2010

NILAI, SIKAP, DAN KEPUASAN KERJA



NILAI
Keyakinan-keyakinan dasar bahwa pola prilaku khusus atau bentuk akhir keberadaan secara pribadi atau sosial lebih disukai dari pada pola perilaku atau bentuk akhir keberadaan yang berlawanan atau kebalikan.
Pentingnya Nilai
Nilai penting untuk mempelajari perilaku organisasi karena nilai menjadi dasar untuk memahami sikap dan motifasi serta karena nilai mempengaruhi persepsi kita. Nilai umumnya mempengaruhi sikap dan perilaku, sebagai contoh seseorang yang memasuki organisasi dengan keyakinan bahwa penentuan gaji berdasarkan kinerja bukan berdasarkan senioritas dan kenyataanya orang tersebut mendapati organisasi dengan penentuan gaji berdasarkan senioritas tentunya orang tersebut kecewa. Rasa kecewa inilah yang akan menimbulkan ketidakpuasan kerja, berbeda jika nilai-nilai orang tersebut selaras dengan kebijakan upah.
Tipe Nilai
 Milton Rokeach menciptakan Survei Nilai Rokeach (RVS) yang terdiri atas dua perangkat nilai, dengan tiap perangkat berisi 18 Butir nilai individu. Perangkat pertama disebut dengan nilai terminal, merujuk pada bentuk akhir keberadaan yang sangat diinginkan yaitu sasaran yang ingin dicapai seseorang dalam hidupnya. Sedangkan perangkat kedua disebut dengan nilai instrumental, merujuk pada bentuk perilaku atau upaya-upaya untuk mencapai nilai-nilai terminal yang lebih disukai oleh orang tertentu
Nilai, Kesetiaan, dan Perilaku Etis
Bagaimanapun juga, para manajer secara konsisten melaporkan bahwa tindakan bos mereka merupakan faktor yang paling penting mempengaruhi perilaku etis dan tidak etis suatu organisasi. Dengan fakta ini nilai-nilai mereka berada dalam manajemen menengah dan atas secara signifikan berpengaruh kepada keseluruhan iklim etika di dalam organisasi tertentu. Kesimpulannya perilaku etis karyawan tergantung juga dengan usia mereka masing – masing yang tentunya akan mempengaruhi psikologi karyawan tersebut.
·      Pekerja yang usianya 60> th       : Pekerja keras, konservatif, patuh pada organisasi, setia
·      Pekerja yang usianya 40-60 th    : Sukses, Pencapaian prestasi, Ambisius, tidak suka otoritas, setia pada karier.
·      Pekerja yang usianya 25-40 th    : Keseimbangan kehidupan/pekerjaan, berorientasi timtidak menyukai peraturan, setia pada hubungan.
·      Pekerja yang usianya <25 th      : Percaya diri, keberhasilan financial, mandiri namun kerja tim, setia pada diri sendiri dan hubungan.
Nilai-nilai antar Kebudayaan
“Para Manajer harus mampu bekerjasama dengan orang-orang yang berasal dari berbagai kebudayaan.” Karena nilai-nilai berbeda pada setiap kebudayaan, pemahaman terhadap perbedaan-perbedaan tersebut akan membantu dalam menjelaskan dan memperkirakan perilaku karyawan.
A. Kerangka Kerja untuk Pengkajian Kebudayaan
Geert Hofstede menemukakan bahwa para manajer dan karyawan berbeda-beda berdasarkan lima dimensi nilai budaya nasional, nilai-nilai tersebut adalah :
1.         Jarak kekuasaan
2.         Individualisme versus kolektivisme
3.         Kuantitas kehidupan versus kualitas kehidupan
4.         Penghindaran ketidakpastian
5.         Orientasi jangka panjang verses jangka pendek
B. Kerangka  Kerja GLOBE untuk Menilai Kebudayaan
Dimulai pada1993, program penelitian Efektivitas Perilaku Kepemimpinan dan Organisasi Global (Global Laedership and Organizational Beharior Effecfiveness, GLOBE) menjadi penyelidikan lintas budaya yang berkelanjutan tentang kepemimpinan dan kebudayaan nasional yang kemudian mengidentifikasi Sembilan dimensi untuk membedakan kebudayaan nasional yaitu :
1.      Keberanian berpendapat
2.      Orientasi kemasa depan
3.      Perbedaan jenis kelamin
4.      Pencegahan ketidakpastian
5.      Jarak kekuasaan
6.      Individualisme/kolektivisme
7.      Kolektivisme dalam kelompok
8.      Orientasi kinerja
9.      Orientasi kemanusiaan

SIKAP
Sikap adalah pernyataan-pernyataan evaluative baik yang diinginkan atau yang tidak diinginkan mengenai objek, orang, atau peristiwa. Sikap tidak sama dengan nilai, namun keduanya saling berhubungan  dapat diketahui dengan melihat tiga komponen sikap.
1.      Komponen Kognitif Sikap yaitu segmen pendapat atau keyakinan dari sikap
2.      Komponen Afektif  Sikap yaitu segmen emosional atau perasaan dari sikap
3.      Komponen Perilaku Sikap yaitu maksud untuk berprilaku dalam cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu.
Tipe-tipe Sikap
Sebagian besar penelitian dalam OB telah terfokus kedalam tiga sikap yaitu :
1.         Kepuasan kerja
     Istilah kepuasan kerja merujuk ke sikap umum individu terhadap pekerjaanya
2.         Keterlibatan kerja yaitu tingkat dimana seseorang mengaikan dirinya ke pekerhjaanya secara aktif
3.         Komitmen pada organisasi
Sikap dan Konsistensi
Pernahkah anda memperhatikan bagaimana orang mengubah apa yang mereka katakan sehingga tidak bertentangan dengan apa yang mereka lakukan. Penelitian umumnya menyimpulkan bahwa orang-orang mengusahakan konsistensi diantara sikap-sikapnya serta antara sikap dan prilakunya. Ini berarti bahwa individu-individu berusaha menyatukan sikap-sikap yang berpisahan dan memadukan sikap dan perilaku mereka sehingga tampak rasional dan konsisten. Ini dapat dilakukan dengan entah mengubah sikap atau perilaku atau dengan mengembangkan rasionalisasi penyimpangan itu.
Teori Disonansi Kognitif
 Teori ini berusaha menjelaskan hubungan antara sikap dan perilaku. Disonansi berarti ketidak-konsisten-an. Disonansi Kognitif mengacu pada setiap ketidaksesuaian yang mungkin ditemukan seorang individu antara dua atau lebih sikapnya, atau antara perilaku dan sikapnya. Festinger berpendapat bahwa setiap bentuk inkonsistensi tidak menyenangkan dan bahwa individu-individu akan berupaya mengurangi disonansi itu dan dari situ dapat mengurangi ketidaknyamanan.
Mengukur Hubungan A-B
 Hubungan yang di asumsikan A-B adalah Atitute dan Behaviour atau Sikap dan Perilaku. Berdasarkan atas evaluasi sejumlah studi yang meneliti hubungan A-B, kajian ulang menyimpulkan bahwa sikap tidak terkait dengan perilaku, atau kemungkinan terbaiknya sedikit berhubungan. Penelitian terbaru yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hubungan A-B dapat diubah dengan memperhatikan variable pelunak yang mungkin.
 Variabel-variabel pelunak yang telah ditemukan adalah arti penting sikap, spesifitas sikap, aksebillitas sikap, apakah terdapat tekanan sosial, dan apakah seseorang mempunyai pengalaman langsung mengenai sikap.
Sikap-sikap penting adalah sikap yang mencerminkan nilai-nilai fundamental, kepentingan-diri, atau identifikasi dengan individu-individu atau kelompok yang dihargai seorang pribadi. Sikap yang mudah diingat lebih mungkin untuk memperkirakan perilaku daripada sikap yang tidak dapat dijangkau oleh ingatan. Perbedaan antara sikap dan perilaku lebih mungkin terjadi ketika tekanan sosial untuk berperilaku dengan cara tertentu mempunyai kekuatan yang luar biasa.
Teori Persepsi Diri
Meski sebagian besar teori A-B membuahkan hasil positif, para peneliti mencapai korelasi tetap lebih tinggi dengan menyelidiki arah yang lain apakah perilaku mempengaruhi sikap. Teori persepsi diri telah memberikan sejumlah penemuan yang menggembirakan, ektika ditanya tentang sikap terhadap obyek tertentu individu mengingat- ingat perilaku mereka yang relevan terhadap obyek tersebut dan kemudian menyimpulkan sikap mereka dari perilaku masa lalu. Jadi ketika ada seorang karyawan ditanya mengenai perasaan mereka menjadi pelatih khusus di “JW MARRIOT” kemungkinan besar ia akan berpikir “saya telah mengerjakan pekerjaan yang sama  di Marriot sebagai pelatih khusus selama 10 tahun, tidak ada yang mendorong saya untuk bertahan pada pekerjaan ini. Jadi teori persepsi diri berpendapat bahwa sikap-sikap digunakan setelah fakta muncu untuk membenarkan kejadian yang telah terjadi bukannya alat pemicu dan pemandu suatu tindakan. Teori ini berlawanan dengan teori disonansi positif.
Penerapan : Survei-survei Sikap
Metode ini digunakan mempunyai tujuan untuk mengetahui informasi tentang karyawan. Metode ini berisi tentang sejumlah butir pertanyaan yang diberikan untuk karyawan yang sebelumnya telah dirumuskan terlebih dahulu agar dapat menggali secara maksimal informasi tentang karyawan. Manfaat dari survei sikap adalah dapat memberikan umpan balik bagi perusahaan jika dilakukan secara teratur dan terus menerus. Umpan balik tersebut akan sangat berharga bagi manajemen tentang bagaimana karyawan mempersepsikan keadaan kerja mereka. Kebijakan dan praktek yang objektif dan terlihat adil oleh manajemen mungkin akan tampak tidak adil bagi karyawan secara umum atau oleh kelompok-kelompok karyawan tertentu. Jika persepsi-persepsi terdistorsi membuahkan sikap negatif terhadap pekerjaan dan organisasi, maka sangat penting bagi manajer untuk mengetahuinya. Karena pada dasarnya perilaku berdasar pada persepsi, jika seorang karyawan mengundurkan diri karena dia merasa dibayar terlalu rendah dan menurut pandangan manajemen sudah memberika gaji yang bersaing maka akan mempunyai dampak yang sama jika mereka benar-benar di bayar dengan gaji yang rendah.
Sikap dan Keragaman Angkatan Kerja
Para manajer sudah sangat peduli dengan perubahan sikap karyawan yang merupakan pergeseran sudut pandang terhadap isu-isu ras, jenis kelamin, dan perbedaan lainnya. Komentar tertentu yang dilontarkan rekan kerja berjenis kelamin berbeda 20 tahun yang lalu yang dahulu adalah pujian sekarang bias jadi sebagai pembatasan karir. Dengan demikian perusahaan menanamkan investasi dalam bentuk pelatihan untuk pembentukan ulang sikap karyawan.
 Salah satunya adalah program keberagaman yang berfokus pada bagaimana cara mengevaluasi diri sendiri. Orang ditekan untuk menilai diri mereka sendiri dan menentang stereotipe-stereotip etnis dan budaya yang mungkin mereka pegang. Kemudian mereka mengikuti diskusi-diskusi kelompok atau panel dengan perwakilan mereka masing-masingdari kelompok berbeda. Kegiatan lainnya yang ditambahkan dan dirancang untuk mengubah sikap antara lain adalah merancang orang agar melakukan tugas sukarela dalam komunitas atau pusat-pusat layanan sosial sehingga dapat bertatap muka dengan individu dan kelompok lain dari latar belakang yang berbeda dan menggunakan latihan-latihan yang memungkinkan peserta merasakan jika mereka berbeda.

KEPUASAN KERJA
Mengukur Kepuasan Kerja
Sebelumnya kita mendefinisikan kepuasan kerja adalah sikap umum seseorang terhadap pekerjaan mereka, namun definisi tersebut tertahan dalam konsep itu. Sebenarnya pekerjaan seseorang lebih dari sekedar menulis kode pemograman, menunggu konsumen atau mengemudikan truk. Pekerjaan membutuhkan interaksi antara bawahan dengan atasan; mematuhi kebijakan-kebijakn dan peraturan-peraturan organisasi, memenuhi standar kinerja, hidup dengan suasana kerja yang tidak ideal, dan semacamnya. Oleh sebab itu hasil jawaban karyawan tentang puas atau tidak puas dengan pekerjaanya adalah sangat rumit yang ditentukan dengan banyak sekali faktor.
 Pendekatan yang digunakan secara umum adalah pendekatan ‘peringkat tunggal (single global rating)’ dan ‘skor perhitungan (summation score)’ yang terdiri dari sejumlah aspek pekerjaan. Metode global tunggal tidak lebih dari sekedar menanyai karyawan untuk menanggapi pertanyaan. Pendekatan yang lain yang digunakan perhitungan aspek pekerjaan – lebih canggih. Pendekatan itu mengidentifikasi elemen-elemen tertentu suatu pekerjaan dan menanyakan kepada karyawan terhadap setiap elemen tersebut. Faktor yang umumnya disertakan adalah suasana pekerjaan, pengawasan, tingkat gaji, peluang promosi dan hubungan antara mitra kerja.
Seberapa Puas Seseorang Terhadap Pekerjaanya
Apakah sebagian besar karyawan puas dengan pekerjaan mereka, mungkin iya tapi anggapan itu lama-kelamaan berubah dan perlahan menjadi tidak apakah yang menyebabkan hal ini terjadi dan apa pemecahan masalah yang perlu dilakukan. Dengan meningkatnya peradapan, pertumbuhan ekonomi, kenaikan gaji dll, tidak serta merta sebanding dengan kepuasan karyawan dengan pekerjaan mereka.
Penelitian tentang kepuasan kerja dewasa ini memberikan jawaban yang cukup logis dengan keadaan diatas, meskipun kenaikan gaji dan fasilitas karyawan  secara teratur tetapi tidak sebanding dengan beban kerja dan tenggang waktu tugas yang sangat sempit yang menjadikan karyawan mengalami stress yang tinggi. Namun akan berbeda dengan pendapat beberapa orang, gaji yang tinggi mungkin diartikan sebagai tantangan dan perangasang bagi pengembangan ilmu mereka, ini artinya sangat subjektif tergantung persepsi setiap orang dalam menghadapi suatu beban dan permasalahan.
Dampak Kepuasan Kerja pada Kinerja Karyawan
Ketertarikan manajer terhadap kepuasan kerja cenderung berpusat pada dampaknya terhadap kinerja para karyawan. Para peneliti juga telah menemukan ketertarikan tersebut dan telah mengembangkan banyak penelitian yang berhubungan dengan kepuasan kerja, absensi dan pengunduran diri.
Kepuasan dan produktifitas
            Para pekerja bahagia belum tentu adalah para pekerja yang produktif, kemungkinannya adalah produktifitas yang akan membuahkan kepuasan. Hal yang menarik jika kita bergerak dari level individu ke level organisasi terdapat pendukung pendukung baru terhadap hubungan kepuasan kinerja yang asli. Ketika data kepuasan dikumpulkan secara keseluruhan di organisasi, kita akan menemukan bahwa organisasi yang mempunyai banyak karyawan yang puas akan cenderung lebih efektif daripada dengan organisasi yang hanya sedikit karyawan yang puas.
Kepuasan dan Keabsenan
            Hubungan antara kepuasan dan keabsenan mempunyai hubungan yang negatif.
Keabsenan mempunyai banyak sekali faktor yang mungkin aneh dipikirkan dengan akal sehat. Sebagai contoh seorang karyawan akan absen kerja dikarenakan tunjangan cuti atau sakit lebih besar daripada tunjangan sehat. Selain itu keadaan alam pun juga dapat mempengaruhi keabsenan, hujan salju aneh di amerika dapat berpengaruh dengan absensi para pekerja.
Kepuasan dan pengunduran diri
Kepuasan juga berkorelasi negatif dengan pengunduran diri, namun hubungan tersebut lebih kuat dengan apa yang telah kita temukan untuk keabsenan. Namun kembali kepada faktor-faktor lain  seperti bursa kerja dan alternatif-alternatif pekerjaan lain dan panjangnya masa kerja merupakan merupakan rintangan bagi pengambilan keputusan penting aktual untuk meninggalakan pekerjaan seseoran saat ini. Bukti menunjukkan bahwa pelunak penting hubungan kepuasan dengan pengunduran diri adalah kepuasan kinerja karyawan. Level kepuasan seringkali tidak terpikirkan oleh manajemen, mereka cenderung mempertahankan orang tersebut, dengan gaji yang tinggi, peluang promosi dan seterusnya. Kebalikannya cenderung diberikan kepada mereka yang berkinerja buruk, sedikit upaya ditempuh untuk mempertahankan mereka. Kesimpulannya adalah kepuasan kerja akan sangat berpengaruh bagi mereka yang berkinerja buruk, manajemen seharusnya mengevaluasi apa penyebab ketidakpuasan karyawan tersebut.

Cara karyawan Mengungkapkan Ketidakpuasan
Ketidakpuasan karyawan dapat diungkapkan dengan beberapa cara, misalnya daripada mengundurkan diri karyawan akan tidak patuh, mengeluh dan bahkan mencuri properti kantor atau lari dari tanggung jawab. Ada tanggapan yang berbeda satu dengan lainnya yang dijabarkan dalam dua dimensi; konstruktif/destruktif dan aktif/pasif. Dimensi tersebut dijabarkan sebagai berikut :
Keluar: Perilaku diarahkan ke meninggalkan organisasi, yang meliputi mencari posisi baru sekaligus mengundurkan diri.
Suara; Secara aktif dan konstruktif membangun kondisi, yang meliputi menyarankan perbaikan, menyelesaikan masalah dengan atasan dan sebagian bentuk kegiatan perserikatan.
Kesetiaan; Secara pasif namun optimis menunggu perbaikan kondisi, yang meliputi melindungi melindungi organisasi dari kritikan eksternal dan mempercayai organisasinya dan manajemennya melakukan hal yang benar.
Pengabaian; Secara pasif membiarkan keadaan memburuk, yang meliputi keabsenan dan keterlambatan kronis, penurunan usaha dan peningkatan tingkat kesalahan.
Perilaku-perilaku keluar dan pengabaian melibatkan variable-variabel kinerja kita-produktifitas, keabsenan dan pengunduran diri. Namun model ini memperlebar tanggapan karyawan sehingga mencakup suara dan kesetiaan – perilaku-perilaku yang konstruktif yang memungkinkan individu mentoleransi situasi tidak nyaman dan membangkitkan kembali kondisi kerja yang telah memuaskan. Model diatas dapat dipakai sebagai alat untuk mengetahui seberapa puaskah karyawan terhadap pekerjaannya dan gajinya serta kontrak perjanjian yang disepakati, yang dapat di dicari pemecahan masalahnya dengan prosedur protes ataupun perjanjian ulang. Hal tersebut diatas memungkinkan serikat pekerja dapat meyakinkan karyawan  meneruskan pekerjaannya sembari mereka meyakini bahwa mereka bertindak untuk memperbaiki keadaan.
Kepuasan Kerja dan OCB
Tampak logis bahwa kepuasan kerja menjadi penentu utama perilaku kewargaan organisasi (OCB) karyawan. Karyawan yang puas sangat mungin membicarakn hal-hal yang positif tentang organisasi, perusahaan, membantu temennya, dan bekerja lebih baik. Lebih dari itu karyawan yang puas akan selalu patuh karena mereka ingin mengulang pengalaman positif mereka di organisasi tersebut. Terdapat hubungan menyeluruh yang moderat terhadap kepuasan dan OCB. Namun kepuasan tidak terkait dengan OCB jika keadilan dikendalikan untuk mencapai kepuasan. Pada dasarnya kepuaan kerja berasal dari konsepsi mengenai hasil, perlakuan dan prosedur yang adil. Jika anda tidak suka dengan atasan anda maka akan mengakibatkan pelemahan kepuasan secara signifikan dan berlaku kebalikannya.

Kepuasan Kerja dan Kepuasan Pelanggan
Dalan kegiatan operasionalnya karyawan perusahaan jasa dan pelanggannya akan sering melakukan interaksi, karena manajemen organisasi perusahaan jasa berorientasi dengan kepuasan pelanggan. Dan apakah kepuasan akan terkait dengan kepuasan karyawan juga, dan jawaban yang umum adalah ‘ya’. Bukti diatas menunjukkan bahwa pada perusahaan jasa, kepuasan pelanggan akan sangat berpengaruh pada kepuasan karyawan. Karyawan yang puas akan kemungkinan besar akan ramah, ceria dan responsive terhadap pelanggan. Dan karyawan yang puas tentu akan mempunyai kemungkinan untuk mengundurkan diri sangat kecil. Kesimpulannya adalah kepuasan pelanggan adalah salah satu faktor yang menjadikan karyawan memperoleh kepuasan dalam pekerjaannya.
Read More - NILAI, SIKAP, DAN KEPUASAN KERJA
Read More - NILAI, SIKAP, DAN KEPUASAN KERJA

PENGANGGARAN MODAL DAN STRATEGI


 Resuman PPM

A.    Pengertian dan Gambaran Umum
Penganggaran modal dapat diartikan sebagai proses pengambilan keputusan investasi yang berbentuk aset tetap untuk jangka panjang. Investasi sendiri dapat diartikan sebagai pengorbanan konsumsi saat ini untuk mendapatkan suatu hasil di waktu yang akan datang.
Atas dasar keterangan diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa penganggaran modal meliputi keseluruhan perencanaan pengeluaran uang, dimana hasil pengambilannya diharapkan dalam jangka waktu yang lebih dari satu tahun.
      Penganggaran modal dalam suatu perusahaan ini dapat meliputi:
1.      Pengeluaran untuk tanah, bangunan dan mesin.
2.      Tambahan modal kerja jpermanan sesuai dengan ekspansi pabrik.
3.      Kampanye promosi.
Dari contoh pengeluaran investasi diatas, dapat disimpulkan bahwa penganggaran modal mempunyai arti penting bagi perusahaan, karena:
1.      Dana yang dikeluarkan akan terikat untuk jangka waktu yang panjang.
2.      Investasi dalam aktiva tetap menyangkut harapan terhadap hasil penjualan di waktu yang kan datang.
3.      Pengeluaran dana untuk keperluan tersebut biasanya meliputi jumlah yang besar.
4.      Kesalahan dalam pengambilan keputusan mengenai pengeluaran modal tersebut akan berakibat panjang dan sulit diperbaiki.
Penganggaran modal bagi suatu perusahaan dapat mengikuti prosedur sebagai berikut:
1.      Penyediaan rencana investasi.
2.      Taksiran atas arus kas yang akan dihasilkan dari rencana proyek investasi.
3.      Penentuan biaya modal proyek.
4.      Penilaian terhadap arus kas.
5.      Keputusan investasi berdasarkan kriteria tertentu.
6.      Pengendalian dan evaluasi kembali secara berkesinambungan terhadap proyek investasi setelah proyek yang bersangkutan diterima.
Penentuan biaya modal yang digunakan adalah biaya modal marjinal, dalam arti biaya modal yang diperhitungkan hanya biaya modal untuk proyek investasi yang akan dilaksanakan, terlepas dari proyek yang sudah ada. Penentuan biaya modal sangat penting dalam penganggaran modal, karena biaya modal (keseluruhan proyek) ini digunakan sebagai discount rate dan standar/ tolok ukur penerimaan suatu proyek investasi pada penilaian investasi.
Penilaian terhadap arus kas dilakukan dengan menggunakan kriteria-kriteria tertentu yang sudah biasa digunakan. Kriteria-kriteria yang biasa digunakan dalam praktek adalah Jangka Waktu Pengembalian (Payback Period), Tingkat Hasil Rata-Rata (Average Rate of Return), Nilai Sekarang Bersih (Net Present Value), Tingkat Hasil Pengembalian Intern (Internal Rate of Return), Indeks Profitabilitas (Profitability Index), dan Tingkat Pengembalian Internal Modifikasi (Modified Internal Rate of Return).

B.     Keputusan Penganggaran Modal Dan Evaluasi Terus Menerus
Penganggaran modal pada intinya adalah penerapan dari pernyataan bahwa sebuah perusahaan yang memaksimumkan laba sebaiknya beroperasi di titik dimana pendapatan marjinal sama dengan biaya marjinalnya. Dalam menerapkan peraturan ini keputusan penganggaran modal, pendapatan marjinal mengambil bentuk tingkat pengembalian atas investasi, dan biaya marjinal adalah biaya modal perusahaan.
Evaluasi investasi tidak hanya dilakukan sebelum proyek investasi berjalan, tetapi sebaiknya juga dilakukan sewaktu dan sesudah proyek tersebut berjalan. Evaluasi yang dilakukan sebelum proyek berjalan digunakan sebelum proyek berjalan digunakan untuk memperkirakan apakah proyek yang akan dibuka/ penggantian suatu aktiva tetap, secara ekonomis layak/ tidak dijalankan. Evaluasi investasi sewaktu proyek berjalan menerapkan perrwujudan dari evaluasi secara berkesinambungan, dengan tujuan untuk perbaikan pelaksanaan rencana sebelumnya. Terakhir, evaluasi yang dilakukan pada suatu proyek/ suatu aktiva habis ekonomisnya, digunakan untuk mengevaluasi seberapa jauh efektivitas rencana investasi yang telah dilakukan, sehingga dari hasil evaluasi ini dapat digunakan sebagai dasar dan pertimbangan untuk investasi sejenis di masa yang akan datang.

C.    Jenis Strategi Keputusan Investasi
Sebelum suatu keputusan investasi dievaluasi dan dilaksanakan, maka perlu diidentifikasi jenis strategi yang digunakan dalam usulan investasi tersebut. Jenis strategi yang biasa digunakan dikelompokkan dalam 4 golongan, yaitu:
1.      Penggantian (Replacement)
Usulan investasi penggantian dilakukan apabila suatu aktiva tetap telah habis umur ekonomisnya. Tujuan penggantian ini adalah untuk mempertahankan efisiensi atau bahkan untuk meningkatkan efisiensi, sehingga akan diperoleh penghematan biaya operasi.

2.      Perluasan (Expansion)
Perluasan usaha dapat dilakukan dengan cara menambah kapasitas produksi yang sudah ada dengan jalan menambah mesin-mesin yang digunakan atau dengan membuka cabang baru. Ciri utama perluasan usaha adalah menambah kapasitas untuk lini yang sudah ada.

3.      Pertumbuhan (Growth)
Usulan investasi untuk pertumbuhan dilakukan dengan cara membuka lini produk baru. Dalam usulan ini, pengalaman perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan jika ada, dapat dikatakan sedikit.

4.      Usulan Lain-Lain
Usulan investasi ini dilakukan karena adanya tuntutan dari pihak ekstern, misalnya peraturan pemerintah yang berupa pembelian alat untuk pengendali polusi dengan tujuan untuk mengurangi polusi yang diakibatkan oleh operasi pabrik perusahaan.
Read More - PENGANGGARAN MODAL DAN STRATEGI
Read More - PENGANGGARAN MODAL DAN STRATEGI

PEMILIHAN PORTOFOLIO OPTIMAL, MANAJEMEN dan EVALUASINYA


(Tugas resum Pengetahuan Pasar Modal ) 

 Dalam membentuk suatu portofolio, akan timbul suatu masalah. Permasalahannya adalah terdapat banyak sekali kemungkinan portofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi aktiva berisiko yang tersedia di pasar. Kombinasi ini dapat mencpai jumlah yang tidak terbatas. Kombinasi ini juga memasukkan aktiva bebas resiko dalam pembentukan portofolio.
            Jika terdapat kemungkinan portofolio yang jumlahnya tidak terbatas maka akan timbul pertanyaan portofolio mana yng akan dipilih oleh investor. Jika investor adalah rasional, maka mereka akan memilih portofolio yang optimal.
            Portofolio optimal dapat ditentukan dengan model Markowitz atau dengan model Indeks Tunggal. Untuk menentukan porofolio yang optimal dengan model-model ini yang pertama kali dibutuhkan adalah menentukan portofolio yang efisien. Untuk model-model ini semua portofolio yang optimal adalah portofolio yang efisien, karena tiap-tiap investor mempunyai kurva berbeda yang tidak sama, portofolio optimal akan berbeda untuk masing-masing investor. Investor yang lebih menyukai resiko akan memilih portofolio dengan return yang lebih tinggi dengan membayar resiko yang juga lebih tinggi dibandingkan dengan investor yang kurang menyukai resiko. Jika aktiva tidak berisiko dipertimbangkan, aktiva ini dapat merubah portofolio optimal yang mungkin sudah dipilih investor

Menentukan Portofolio Efisien
            Portofolio yang efisien (efficient portfolio) didefinisikan sebagai portofolio yang memberikan return ekspektasi terbesar dengan resiko yang sudah tertentu atau memberikan resiko yang terkecil dengan return ekspektasi yang sudah tertentu.
            Portofolio yang efisien ini dapat ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasi tertentu dan kemudian meminimumkan resikonya atau menentukan tingkat resiko tertentu dan kemudian memaksimumkan return ekspektasinya. Investor yang rasional akan memilih portofolio yang efisien ini karena merupakan portofolio yang dibentuk dengan mengoptimalkan satu dari dua dimensi, yaitu return ekspektasi atau resiko portofolio.
            Investor dapat memilih kombinasi dari aktiva-aktiva untuk membentuk portofolionya. Seluruh set yang memberikan kemungkinan porofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi n-aktiva yang tersedia disebut dengan opportunity set atau attainable set. Semua titik di attainable set menyediakan semua kemungkinan portofolio baik yang efisien maupun yang tidak efisien yang dapat dipilih oleh investor. Akan tetapi investor yang rasional tidak akan memilih portofolio yang tidak efisien. Rasional investor hanya tertari dengan porofolio yang efisien. Kumpulan (set) dari portofolio yang efisien ini disebut dengan efficient set atau efficient frontier.
 Dua aktiva yang membentuk portofolio dapat berkorelasi antara lain :
  1. Korelasi Positif Sempurna : Dua buah aktiva A dan B, yaitu = +1
  2. Tidak Ada Korelasi Antara Sekuritas : Dua Aktiva A dan B, yaitu = 0
  3. Korelasi Negatif Sempurna : Dua Buah Aktiva A dan B, yaitu = -1

Portofolio Optimal Berdasarkan Preferensi Investor
            Model Markowitz memberikan nilai portofolio dengan resiko terkecil untuk return ekspektasi tertentu. Kadangkala investor lebih memilih resiko yang lebih besar dengan kompensasi return ekspektasi yang lebih besar juga.

Portofolio Optimal Dengan Model Markowitz
            Model Markowitz menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut :
  1. Waktu yang digunakan hanya satu periode
  2. Tidak ada biaya transaksi
  3. Preferensi Investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan resiko dari portofolio.
  4. Tidak ada pinjaman dan simpanan bebas resiko.

Asumsi bahwa preferensi investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan resiko dari porofolio secara implisit menganggap bahwa investor mempunyai fungsi utiliti yang sama. Kenyataannya tiap-tiap investor mempunyai fungsi utiliti yang berbeda.

 Jika preferensi investor terhadap portofolio berbeda karena mereka mempunyai fungsi utiliti yang berbeda, optimal portofolio  untuk masing-masing investor akann dapat berbeda. Demikian juga jika tersedia pinjaman dan simpanan bebas resiko, maka optimal porofolio akan dapat berbeda seandainya pinjaman dan simpanan bebas risiko ini tersedia.

Portofolio optimal dengan adanya Simpanan dan Pinjaman Bebas Risiko
            Model Markowitz menggunakan kombinasi aktiva-aktiva yang berisiko. Dengan adanya aktiva yang bebas risiko investor mempunyai pilihan untuk memasukkan aktiva ini ke portofolionya. Suatu aktiva bebas risiko dapat didefinisikan sebagai aktiva yang mempunyai return ekspektasi tertentu dengan varian return (resiko) yang sama dengan nol. Investor dapat memasukkan aktiva bebas risiko ke dalam portofolio efisien aktiva berisiko dalam bentuk simpanan atau pinjaman. Dalam bentuk simpanan berarti membeli aktiva bebas risiko dan memasukkannya ke dalam portofolio efisien aktiva berisiko. Dalam bentuk pinjaman berarti meminjam sejumlah dana dengan tingkat bunga bebas risikodan menggunakan dana ini untuk menambah proporsi di portofolio efisien aktiva berisiko.

Model Utilitas yang Diharapkan
            Model utilitas yang diharapkan menyatakan bahwa para pemodal akan memilih suatu kesempatan investasi yang diharapkan yang tertinggi. Utilitas yang diharapkan yang tertinggi tidak selalu sama dengan tingkat keuntungan yang diharapkan yang tertinggi. Berdasarkan model ini dipergunakan beberapa aksioma tentang perilaku pemodal dalam pengambilan keputusan investasi. Aksioma-aksioma tersebut adalah :
  1. Para pemodal mampu memilih berbagai alternative dengan menyusun peringkat dari alternatif-alternatif  tersebut sehingga bisa diambil keputusan.
  2. Setiap peringkat alternatif-alternatif tersebut bersifat transitif. Artinya kalau investasi A lebih disukai daripada B dan  B lebih disukai C, maka A tentu lebih disukai daripada C.
  3. Para pemodal akan memperhatikan resiko alternatif yang dipertimbangkan dan tidak memperhatikan sifat alternatif-alternatif tersebut.
  4. Para pemodal mampu menentukan certainty equivalent dari setiap investasi yang tidak pasti. Certainty Equivalent suatu investasi menunjukkan nilai pasti yang ekuivalen dengan nilai pengharapan dari investasi tersebut.

Model utilitas yang diharapkan ini menggunakan asumsi terhadap sikap pemodal terhadap risiko. Sikap-sikap tersebut dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
    • risk averse (tidak menyukai risiko)
    • risk neutral (netral terhadap risiko)
    • risk seeker (menyukai risiko)

Manajemen Portofolio
            Manajemen Portofolio merupakan suatu proses bagaimana dana yang dipercayakan kepada manajer investasi dikelola. Pengelolaan tersebut dapat dilakukan secara aktif maupun pasif, menggunakan prosedur eksplisit maupun implicit, relatip terkontrol atau tidak terkontrol.
            Arah perkembangannya nampaknya adalah bahwa operasi manajemen portofolio menjadi semakin terkontrol, sesuai dengan pendapat bahwa pasar modal secara relatip dapat dikatakan efisien. Meskipun demikian setiap pengelolaan investasi dapat dilakukan dengan style yang berbeda-beda, demikian juga pendekatan yang digunakan.
            Berbagai lembaga mungkin membentuk portofolio sekutitas dalam menanamkan dana yang mereka miliki. Berbagai yayasan dana pensiun, perusahaan asuransi, disamping menginvestasikan dana mereka pada berbagai aktiva riil juga menanamkan dana mereka pada berbagai sekuritas. Dengan kata lain disampig mereka melakukan diversifikasi investasi pada real dan financial assets, untuk financial assets pun mereka membentuk portofolio.

 PEMILIHAN PORTOFOLIO

            Dalam membentuk suatu portofolio, akan timbul suatu masalah. Permasalahannya adalah terdapat banyak sekali kemungkinan portofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi aktiva berisiko yang tersedia di pasar. Kombinasi ini dapat mencpai jumlah yang tidak terbatas. Kombinasi ini juga memasukkan aktiva bebas resiko dalam pembentukan portofolio.Jika terdapat kemungkinan portofolio yang jumlahnya tidak terbatas maka akan timbul pertanyaan portofolio mana yng akan dipilih oleh investor. Jika investor adalah rasional, maka mereka akan memilih portofolio yang optimal.
            Portofolio optimal dapat ditentukan dengan model Markowitz atau dengan model Indeks Tunggal. Untuk menentukan porofolio yang optimal dengan model-model ini yang pertama kali dibutuhkan adalah menentukan portofolio yang efisien. Untuk model-model ini semua portofolio yang optimal adalah portofolio yang efisien, karena tiap-tiap investor mempunyai kurva berbeda yang tidak sama, portofolio optimal akan berbeda untuk masing-masing investor. Investor yang lebih menyukai resiko akan memilih portofolio dengan return yang lebih tinggi dengan membayar resiko yang juga lebih tinggi dibandingkan dengan investor yang kurang menyukai resiko. Jika aktiva tidak berisiko dipertimbangkan, aktiva ini dapat merubah portofolio optimal yang mungkin sudah dipilih investor.

Menentukan Portofolio Efisien

            Portofolio yang efisien (efficient portfolio) didefinisikan sebagai portofolio yang memberikan return ekspektasi terbesar dengan resiko yang sudah tertentu atau memberikan resiko yang terkecil dengan return ekspektasi yang sudah tertentu.
            Portofolio yang efisien ini dapat ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasi tertentu dan kemudian meminimumkan resikonya atau menentukan tingkat resiko tertentu dan kemudian memaksimumkan return ekspektasinya. Investor yang rasional akan memilih portofolio yang efisien ini karena merupakan portofolio yang dibentuk dengan mengoptimalkan satu dari dua dimensi, yaitu return ekspektasi atau resiko portofolio.
            Investor dapat memilih kombinasi dari aktiva-aktiva untuk membentuk portofolionya. Seluruh set yang memberikan kemungkinan porofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi n-aktiva yang tersedia disebut dengan opportunity set atau attainable set. Semua titik di attainable set menyediakan semua kemungkinan portofolio baik yang efisien maupun yang tidak efisien yang dapat dipilih oleh investor. Akan tetapi investor yang rasional tidak akan memilih portofolio yang tidak efisien. Rasional investor hanya tertari dengan porofolio yang efisien. Kumpulan (set) dari portofolio yang efisien ini disebut dengan efficient set atau efficient frontier.
 Dua aktiva yang membentuk portofolio dapat berkorelasi antara lain :
Ø  Korelasi Positif Sempurna : Dua buah aktiva A dan B, yaitu = +1
Ø  Tidak Ada Korelasi Antara Sekuritas : Dua Aktiva A dan B, yaitu = 0
Ø  Korelasi Negatif Sempurna : Dua Buah Aktiva A dan B, yaitu = -1

Portofolio Optimal Berdasarkan Preferensi Investor
            Model Markowitz memberikan nilai portofolio dengan resiko terkecil untuk return ekspektasi tertentu. Kadangkala investor lebih memilih resiko yang lebih besar dengan kompensasi return ekspektasi yang lebih besar juga.

Portofolio Optimal Dengan Model Markowitz
 Model Markowitz menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut :
Ø  Waktu yang digunakan hanya satu periode
Ø  Tidak ada biaya transaksi
Ø  Preferensi Investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan resiko dari portofolio.
Ø  Tidak ada pinjaman dan simpanan bebas resiko.

Asumsi bahwa preferensi investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan resiko dari porofolio secara implisit menganggap bahwa investor mempunyai fungsi utiliti yang sama. Kenyataannya tiap-tiap investor mempunyai fungsi utiliti yang berbeda.

 Jika preferensi investor terhadap portofolio berbeda karena mereka mempunyai fungsi utiliti yang berbeda, optimal portofolio  untuk masing-masing investor akann dapat berbeda. Demikian juga jika tersedia pinjaman dan simpanan bebas resiko, maka optimal porofolio akan dapat berbeda seandainya pinjaman dan simpanan bebas risiko ini tersedia.

Portofolio optimal dengan adanya Simpanan dan Pinjaman Bebas Risiko
             Model Markowitz menggunakan kombinasi aktiva-aktiva yang berisiko. Dengan adanya aktiva yang bebas risiko investor mempunyai pilihan untuk memasukkan aktiva ini ke portofolionya.Suatu aktiva bebas risiko dapat didefinisikan sebagai aktiva yang mempunyai return ekspektasi tertentu dengan varian return (resiko) yang sama dengan nol.
            Investor dapat memasukkan aktiva bebas risiko ke dalam portofolio efisien aktiva berisiko dalam bentuk simpanan atau pinjaman. Dalam bentuk simpanan berarti membeli aktiva bebas risiko dan memasukkannya ke dalam portofolio efisien aktiva berisiko. Dalam bentuk pinjaman berarti meminjam sejumlah dana dengan tingkat bunga bebas risikodan menggunakan dana ini untuk menambah proporsi di portofolio efisien aktiva berisiko.

Model Utilitas yang Diharapkan

            Model utilitas yang diharapkan menyatakan bahwa para pemodal akan memilih suatu kesempatan investasi yang diharapkan yang tertinggi. Utilitas yang diharapkan yang tertinggi tidak selalu sama dengan tingkat keuntungan yang diharapkan yang tertinggi. Berdasarkan model ini dipergunakan beberapa aksioma tentang perilaku pemodal dalam pengambilan keputusan investasi. Aksioma-aksioma tersebut adalah :
Ø  Para pemodal mampu memilih berbagai alternative dengan menyusun peringkat dari alternatif-alternatif  tersebut sehingga bisa diambil keputusan.
Ø  Setiap peringkat alternatif-alternatif tersebut bersifat transitif. Artinya kalau investasi A lebih disukai daripada B dan  B lebih disukai C, maka A tentu lebih disukai daripada C.
Ø  Para pemodal akan memperhatikan resiko alternatif yang dipertimbangkan dan tidak memperhatikan sifat alternatif-alternatif tersebut.
Ø  Para pemodal mampu menentukan certainty equivalent dari setiap investasi yang tidak pasti. Certainty Equivalent suatu investasi menunjukkan nilai pasti yang ekuivalen dengan nilai pengharapan dari investasi tersebut.

Model utilitas yang diharapkan ini menggunakan asumsi terhadap sikap pemodal terhadap risiko. Sikap-sikap tersebut dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
    • risk averse (tidak menyukai risiko)
    • risk neutral (netral terhadap risiko)
    • risk seeker (menyukai risiko)

Manajemen Portofolio
             Manajemen Portofolio merupakan suatu proses bagaimana dana yang dipercayakan kepada manajer investasi dikelola. Pengelolaan tersebut dapat dilakukan secara aktif maupun pasif, menggunakan prosedur eksplisit maupun implicit, relatip terkontrol atau tidak terkontrol.
            Arah perkembangannya nampaknya adalah bahwa operasi manajemen portofolio menjadi semakin terkontrol, sesuai dengan pendapat bahwa pasar modal secara relatip dapat dikatakan efisien. Meskipun demikian setiap pengelolaan investasi dapat dilakukan dengan style yang berbeda-beda, demikian juga pendekatan yang digunakan.
            Berbagai lembaga mungkin membentuk portofolio sekutitas dalam menanamkan dana yang mereka miliki. Berbagai yayasan dana pensiun, perusahaan asuransi, disamping menginvestasikan dana mereka pada berbagai aktiva riil juga menanamkan dana mereka pada berbagai sekuritas. Dengan kata lain disampig mereka melakukan diversifikasi investasi pada real dan financial assets, untuk financial assets pun mereka membentuk portofolio.

PEMILIHAN PORTOFOLIO

            Dalam membentuk suatu portofolio, akan timbul suatu masalah. Permasalahannya adalah terdapat banyak sekali kemungkinan portofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi aktiva berisiko yang tersedia di pasar. Kombinasi ini dapat mencpai jumlah yang tidak terbatas. Kombinasi ini juga memasukkan aktiva bebas resiko dalam pembentukan portofolio.
            Jika terdapat kemungkinan portofolio yang jumlahnya tidak terbatas maka akan timbul pertanyaan portofolio mana yng akan dipilih oleh investor. Jika investor adalah rasional, maka mereka akan memilih portofolio yang optimal.
            Portofolio optimal dapat ditentukan dengan model Markowitz atau dengan model Indeks Tunggal. Untuk menentukan porofolio yang optimal dengan model-model ini yang pertama kali dibutuhkan adalah menentukan portofolio yang efisien. Untuk model-model ini semua portofolio yang optimal adalah portofolio yang efisien, karena tiap-tiap investor mempunyai kurva berbeda yang tidak sama, portofolio optimal akan berbeda untuk masing-masing investor. Investor yang lebih menyukai resiko akan memilih portofolio dengan return yang lebih tinggi dengan membayar resiko yang juga lebih tinggi dibandingkan dengan investor yang kurang menyukai resiko. Jika aktiva tidak berisiko dipertimbangkan, aktiva ini dapat merubah portofolio optimal yang mungkin sudah dipilih investor.

Menentukan Portofolio Efisien

            Portofolio yang efisien (efficient portfolio) didefinisikan sebagai portofolio yang memberikan return ekspektasi terbesar dengan resiko yang sudah tertentu atau memberikan resiko yang terkecil dengan return ekspektasi yang sudah tertentu.
            Portofolio yang efisien ini dapat ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasi tertentu dan kemudian meminimumkan resikonya atau menentukan tingkat resiko tertentu dan kemudian memaksimumkan return ekspektasinya. Investor yang rasional akan memilih portofolio yang efisien ini karena merupakan portofolio yang dibentuk dengan mengoptimalkan satu dari dua dimensi, yaitu return ekspektasi atau resiko portofolio.
            Investor dapat memilih kombinasi dari aktiva-aktiva untuk membentuk portofolionya. Seluruh set yang memberikan kemungkinan porofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi n-aktiva yang tersedia disebut dengan opportunity set atau attainable set. Semua titik di attainable set menyediakan semua kemungkinan portofolio baik yang efisien maupun yang tidak efisien yang dapat dipilih oleh investor. Akan tetapi investor yang rasional tidak akan memilih portofolio yang tidak efisien. Rasional investor hanya tertari dengan porofolio yang efisien. Kumpulan (set) dari portofolio yang efisien ini disebut dengan efficient set atau efficient frontier.

            Dua aktiva yang membentuk portofolio dapat berkorelasi antara lain :
v  Korelasi Positif Sempurna : Dua buah aktiva A dan B, yaitu = +1
v  Tidak Ada Korelasi Antara Sekuritas : Dua Aktiva A dan B, yaitu = 0
v  Korelasi Negatif Sempurna : Dua Buah Aktiva A dan B, yaitu = -1

Portofolio Optimal Berdasarkan Preferensi Investor
            Model Markowitz memberikan nilai portofolio dengan resiko terkecil untuk return ekspektasi tertentu. Kadangkala investor lebih memilih resiko yang lebih besar dengan kompensasi return ekspektasi yang lebih besar juga.

Portofolio Optimal Dengan Model Markowitz

            Model Markowitz menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut :
v  Waktu yang digunakan hanya satu periode
v  Tidak ada biaya transaksi
v  Preferensi Investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan resiko dari portofolio.
v  Tidak ada pinjaman dan simpanan bebas resiko.

Asumsi bahwa preferensi investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan resiko dari porofolio secara implisit menganggap bahwa investor mempunyai fungsi utiliti yang sama. Kenyataannya tiap-tiap investor mempunyai fungsi utiliti yang berbeda.
 Jika preferensi investor terhadap portofolio berbeda karena mereka mempunyai fungsi utiliti yang berbeda, optimal portofolio  untuk masing-masing investor akann dapat berbeda. Demikian juga jika tersedia pinjaman dan simpanan bebas resiko, maka optimal porofolio akan dapat berbeda seandainya pinjaman dan simpanan bebas risiko ini tersedia.

Portofolio optimal dengan adanya Simpanan dan Pinjaman Bebas Risiko

            Model Markowitz menggunakan kombinasi aktiva-aktiva yang berisiko. Dengan adanya aktiva yang bebas risiko investor mempunyai pilihan untuk memasukkan aktiva ini ke portofolionya.
            Suatu aktiva bebas risiko dapat didefinisikan sebagai aktiva yang mempunyai return ekspektasi tertentu dengan varian return (resiko) yang sama dengan nol.
            Investor dapat memasukkan aktiva bebas risiko ke dalam portofolio efisien aktiva berisiko dalam bentuk simpanan atau pinjaman. Dalam bentuk simpanan berarti membeli aktiva bebas risiko dan memasukkannya ke dalam portofolio efisien aktiva berisiko. Dalam bentuk pinjaman berarti meminjam sejumlah dana dengan tingkat bunga bebas risikodan menggunakan dana ini untuk menambah proporsi di portofolio efisien aktiva berisiko.

Model Utilitas yang Diharapkan

            Model utilitas yang diharapkan menyatakan bahwa para pemodal akan memilih suatu kesempatan investasi yang diharapkan yang tertinggi. Utilitas yang diharapkan yang tertinggi tidak selalu sama dengan tingkat keuntungan yang diharapkan yang tertinggi. Berdasarkan model ini dipergunakan beberapa aksioma tentang perilaku pemodal dalam pengambilan keputusan investasi. Aksioma-aksioma tersebut adalah :
v  Para pemodal mampu memilih berbagai alternative dengan menyusun peringkat dari alternatif-alternatif  tersebut sehingga bisa diambil keputusan.
v  Setiap peringkat alternatif-alternatif tersebut bersifat transitif. Artinya kalau investasi A lebih disukai daripada B dan  B lebih disukai C, maka A tentu lebih disukai daripada C.
v  Para pemodal akan memperhatikan resiko alternatif yang dipertimbangkan dan tidak memperhatikan sifat alternatif-alternatif tersebut.
v  Para pemodal mampu menentukan certainty equivalent dari setiap investasi yang tidak pasti. Certainty Equivalent suatu investasi menunjukkan nilai pasti yang ekuivalen dengan nilai pengharapan dari investasi tersebut.

Model utilitas yang diharapkan ini menggunakan asumsi terhadap sikap pemodal terhadap risiko. Sikap-sikap tersebut dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
    • risk averse (tidak menyukai risiko)
    • risk neutral (netral terhadap risiko)
    • risk seeker (menyukai risiko)

Manajemen Portofolio

            Manajemen Portofolio merupakan suatu proses bagaimana dana yang dipercayakan kepada manajer investasi dikelola. Pengelolaan tersebut dapat dilakukan secara aktif maupun pasif, menggunakan prosedur eksplisit maupun implicit, relatip terkontrol atau tidak terkontrol.
            Arah perkembangannya nampaknya adalah bahwa operasi manajemen portofolio menjadi semakin terkontrol, sesuai dengan pendapat bahwa pasar modal secara relatip dapat dikatakan efisien. Meskipun demikian setiap pengelolaan investasi dapat dilakukan dengan style yang berbeda-beda, demikian juga pendekatan yang digunakan.
            Berbagai lembaga mungkin membentuk portofolio sekutitas dalam menanamkan dana yang mereka miliki. Berbagai yayasan dana pensiun, perusahaan asuransi, disamping menginvestasikan dana mereka pada berbagai aktiva riil juga menanamkan dana mereka pada berbagai sekuritas. Dengan kata lain disampig mereka melakukan diversifikasi investasi pada real dan financial assets, untuk financial assets pun mereka membentuk portofolio.





PEMILIHAN PORTOFOLIO

            Dalam membentuk suatu portofolio, akan timbul suatu masalah. Permasalahannya adalah terdapat banyak sekali kemungkinan portofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi aktiva berisiko yang tersedia di pasar. Kombinasi ini dapat mencpai jumlah yang tidak terbatas. Kombinasi ini juga memasukkan aktiva bebas resiko dalam pembentukan portofolio.
            Jika terdapat kemungkinan portofolio yang jumlahnya tidak terbatas maka akan timbul pertanyaan portofolio mana yng akan dipilih oleh investor. Jika investor adalah rasional, maka mereka akan memilih portofolio yang optimal.
            Portofolio optimal dapat ditentukan dengan model Markowitz atau dengan model Indeks Tunggal. Untuk menentukan porofolio yang optimal dengan model-model ini yang pertama kali dibutuhkan adalah menentukan portofolio yang efisien. Untuk model-model ini semua portofolio yang optimal adalah portofolio yang efisien, karena tiap-tiap investor mempunyai kurva berbeda yang tidak sama, portofolio optimal akan berbeda untuk masing-masing investor. Investor yang lebih menyukai resiko akan memilih portofolio dengan return yang lebih tinggi dengan membayar resiko yang juga lebih tinggi dibandingkan dengan investor yang kurang menyukai resiko. Jika aktiva tidak berisiko dipertimbangkan, aktiva ini dapat merubah portofolio optimal yang mungkin sudah dipilih investor.


Menentukan Portofolio Efisien

            Portofolio yang efisien (efficient portfolio) didefinisikan sebagai portofolio yang memberikan return ekspektasi terbesar dengan resiko yang sudah tertentu atau memberikan resiko yang terkecil dengan return ekspektasi yang sudah tertentu.
            Portofolio yang efisien ini dapat ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasi tertentu dan kemudian meminimumkan resikonya atau menentukan tingkat resiko tertentu dan kemudian memaksimumkan return ekspektasinya. Investor yang rasional akan memilih portofolio yang efisien ini karena merupakan portofolio yang dibentuk dengan mengoptimalkan satu dari dua dimensi, yaitu return ekspektasi atau resiko portofolio.
            Investor dapat memilih kombinasi dari aktiva-aktiva untuk membentuk portofolionya. Seluruh set yang memberikan kemungkinan porofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi n-aktiva yang tersedia disebut dengan opportunity set atau attainable set. Semua titik di attainable set menyediakan semua kemungkinan portofolio baik yang efisien maupun yang tidak efisien yang dapat dipilih oleh investor. Akan tetapi investor yang rasional tidak akan memilih portofolio yang tidak efisien. Rasional investor hanya tertari dengan porofolio yang efisien. Kumpulan (set) dari portofolio yang efisien ini disebut dengan efficient set atau efficient frontier.

            Dua aktiva yang membentuk portofolio dapat berkorelasi antara lain :
  • Korelasi Positif Sempurna : Dua buah aktiva A dan B, yaitu = +1
  • Tidak Ada Korelasi Antara Sekuritas : Dua Aktiva A dan B, yaitu = 0
  • Korelasi Negatif Sempurna : Dua Buah Aktiva A dan B, yaitu = -1

Portofolio Optimal Berdasarkan Preferensi Investor
            Model Markowitz memberikan nilai portofolio dengan resiko terkecil untuk return ekspektasi tertentu. Kadangkala investor lebih memilih resiko yang lebih besar dengan kompensasi return ekspektasi yang lebih besar juga.

Portofolio Optimal Dengan Model Markowitz


            Model Markowitz menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut :
    • Waktu yang digunakan hanya satu periode
    • Tidak ada biaya transaksi
    • Preferensi Investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan resiko dari portofolio.
    • Tidak ada pinjaman dan simpanan bebas resiko.
Asumsi bahwa preferensi investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan resiko dari porofolio secara implisit menganggap bahwa investor mempunyai fungsi utiliti yang sama. Kenyataannya tiap-tiap investor mempunyai fungsi utiliti yang berbeda.

 Jika preferensi investor terhadap portofolio berbeda karena mereka mempunyai fungsi utiliti yang berbeda, optimal portofolio  untuk masing-masing investor akann dapat berbeda. Demikian juga jika tersedia pinjaman dan simpanan bebas resiko, maka optimal porofolio akan dapat berbeda seandainya pinjaman dan simpanan bebas risiko ini tersedia.

Portofolio optimal dengan adanya Simpanan dan Pinjaman Bebas Risiko

            Model Markowitz menggunakan kombinasi aktiva-aktiva yang berisiko. Dengan adanya aktiva yang bebas risiko investor mempunyai pilihan untuk memasukkan aktiva ini ke portofolionya.
            Suatu aktiva bebas risiko dapat didefinisikan sebagai aktiva yang mempunyai return ekspektasi tertentu dengan varian return (resiko) yang sama dengan nol.
            Investor dapat memasukkan aktiva bebas risiko ke dalam portofolio efisien aktiva berisiko dalam bentuk simpanan atau pinjaman. Dalam bentuk simpanan berarti membeli aktiva bebas risiko dan memasukkannya ke dalam portofolio efisien aktiva berisiko. Dalam bentuk pinjaman berarti meminjam sejumlah dana dengan tingkat bunga bebas risikodan menggunakan dana ini untuk menambah proporsi di portofolio efisien aktiva berisiko.

Model Utilitas yang Diharapkan

            Model utilitas yang diharapkan menyatakan bahwa para pemodal akan memilih suatu kesempatan investasi yang diharapkan yang tertinggi. Utilitas yang diharapkan yang tertinggi tidak selalu sama dengan tingkat keuntungan yang diharapkan yang tertinggi. Berdasarkan model ini dipergunakan beberapa aksioma tentang perilaku pemodal dalam pengambilan keputusan investasi. Aksioma-aksioma tersebut adalah :
  • Para pemodal mampu memilih berbagai alternative dengan menyusun peringkat dari alternatif-alternatif  tersebut sehingga bisa diambil keputusan.
  • Setiap peringkat alternatif-alternatif tersebut bersifat transitif. Artinya kalau investasi A lebih disukai daripada B dan  B lebih disukai C, maka A tentu lebih disukai daripada C.
  • Para pemodal akan memperhatikan resiko alternatif yang dipertimbangkan dan tidak memperhatikan sifat alternatif-alternatif tersebut.
  • Para pemodal mampu menentukan certainty equivalent dari setiap investasi yang tidak pasti. Certainty Equivalent suatu investasi menunjukkan nilai pasti yang ekuivalen dengan nilai pengharapan dari investasi tersebut.

Model utilitas yang diharapkan ini menggunakan asumsi terhadap sikap pemodal terhadap risiko. Sikap-sikap tersebut dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
    • risk averse (tidak menyukai risiko)
    • risk neutral (netral terhadap risiko)
    • risk seeker (menyukai risiko)

Manajemen Portofolio

            Manajemen Portofolio merupakan suatu proses bagaimana dana yang dipercayakan kepada manajer investasi dikelola. Pengelolaan tersebut dapat dilakukan secara aktif maupun pasif, menggunakan prosedur eksplisit maupun implicit, relatip terkontrol atau tidak terkontrol.
            Arah perkembangannya nampaknya adalah bahwa operasi manajemen portofolio menjadi semakin terkontrol, sesuai dengan pendapat bahwa pasar modal secara relatip dapat dikatakan efisien. Meskipun demikian setiap pengelolaan investasi dapat dilakukan dengan style yang berbeda-beda, demikian juga pendekatan yang digunakan.
            Berbagai lembaga mungkin membentuk portofolio sekutitas dalam menanamkan dana yang mereka miliki. Berbagai yayasan dana pensiun, perusahaan asuransi, disamping menginvestasikan dana mereka pada berbagai aktiva riil juga menanamkan dana mereka pada berbagai sekuritas. Dengan kata lain disampig mereka melakukan diversifikasi investasi pada real dan financial assets, untuk financial assets pun mereka membentuk portofolio.

Read More - PEMILIHAN PORTOFOLIO OPTIMAL, MANAJEMEN dan EVALUASINYA
Read More - PEMILIHAN PORTOFOLIO OPTIMAL, MANAJEMEN dan EVALUASINYA