Minggu, 04 November 2012

Review : Totto-chan Gadis Cilik di Jendela

Judul buku : Totto chan Gadis cilik di jendela
Pengarang : Tetsuko Kuroyanagi 
Penerbit     : PT Gramedia Pustaka Utama
Edisi           : Ketujuh, 2010
Halaman    : 272 halaman 




Sebenarnya dah lama juga pingin beli ini buku setiap ke toko buku, tapi keinginan tersebut hanya keinginan karena masalah isi kantong. Hingga suatu hari pucuk dicinta ulampun tiba (pingin baca ada yg minjamkanya..hehehe), yap dialah “jengki” adek kosku yg dapat kado dari kakaknya. Dan akhirnya ini buku berhasil aku baca dengan rasa kepuasan. Isi ceritanya  yang mengalir sungguh mengasikan, walaupun di bagian tengah ada sedikit membosankan  dan berhasil menghadirkan klimaks yang membekas di hati.
Totto chan adalah  seorang gadis kecil yang dianggap nakal oleh guru-guru SD nya. Bahkan mamanya sangat sering dipanggil ke sekolah Totto chan gara-gara tingkah lakunya yang aneh. Seperti, menggambar tanpa mengikuti pelajaran yang diberikan gurunya, selalu mengulang-ulang membuka loker mejanya untuk megambil satu benda kemudian memasukannya kembali yang tentu saja mengganggu proses belajar, dan memanggil para pemusik jalanan lewat jendela kelasnya serta menyuruh mereka bermain musik.  Akibatnya, seisi kelas menjadi gaduh dan tidak terkendali dan menyebabkan guru bahkan kepala sekolahnya marah. Karena kenakalannya, tersebut  Totto chan dikeluarkan dari sekolah. Padahal Totto-chan adalah gadis cilik dengan rasa ingin tau yang besar dan banyak sekali tingkah totto chan yang membuat kita takjub (bahkan ada beberapa tingkah lakunya yang sedikit banyak seperti aku dulu…hehehe)
Cerita Totto chan adalah pengalaman pribadi dari penulis sendiri. Sejak di awal cerita penulis telah menghadirkan klimak tersendiri dengan munculnya berbagai masalah yang disebabkan oleh tingkah laku Totto Chan. Buku ini sepertinya sangat cocok dibaca oleh ibu-ibu dan para pengajar. Karena dari buku ini kita bisa belajar banyak  tentang nilai kehidupan mulai persahabatan, kasih sayang sampai cara mendidik anak dan cara  mengajar dalam hal  pendidikan.
Nilai Persahabatan dalam totto chan diceritakan melalui  cerita persahabatan  Totto chan dan Yasuaki chan, mereka suka melakukan petualangan chan dan ia sering membuat teka-teki humor yang membuat teman-temanya tertawa. Dari persabatan mereka  kita juga bisa belajar cara menghargai sebuah perbedaan .
Cerita kasih sayang ditulis oleh penulis melalui kisah kasih sayang ibu Totto chan (ibu yang selalu mengerti tentang anaknya dan selalu terus memberikan yang terbaik untuk anaknya). Dimana saat Totto chan dikeluarkan dari sekolahnya ibunya tidak member tahu totto chan, diam-diam ibu Totto-chan mencari sekolah baru untuk anaknya, dan akhirnya menemukan sekolah yang cocok yang bernama Tomoe Gakuen. Bahkan sampai Totto chan besar, ibunya tidak pernah memberitahunya bahwa ia dikeluarkan dari sekolah karena dalam pikiran ibunya hal tersebut dapat mempengaruhi perkembangan Totto  Chan.
Sekolah Tomoe Gakuen yang dikepalai oleh Sosaku Kobayashi, dengan metode pengajaran yang berbeda dengan sekolah lainnya. Dari sinilah kita dapat belajar tentang sistem pendidikan dan mencontoh sifat Sosaku Kobayashi, beliau adalah kepala sekolah yang baik hati dan selalu memberikan yang terbaik untuk para murid yang ia sayangi. Rasa sayang yang besar itu ia tunjukkan dengan menjadikan gerbong kereta yang sudah tidak terpakai sebagai kelas tempat belajar yang sangat menarik, sehingga murid bisa belajar sambil menikmati pemandangan di luar gerbong dan membayangkan sedang melakukan perjalanan. Pak Sosaku Kobayashi menerima Totto chan sebagai murid baru di sekolahnya, walaupun Totto chan memiliki sifat yang berbeda dengan anak-anak sebayanya dan ia mendidik murid-muridnya dengan bijaksana
Di Tomoe Gakuen, para murid juga boleh mengubah urutan pelajaran sesuai dengan keinginan mereka. Ada yang memulai hari dengan belajar fisika, ada yang mendahulukan dengan menggambar ada yang belajar musik baru belajar fisika. Pokoknya sesuka mereka dan mereka tidak merasa terpaksa untuk belajar. Karena sekolah itu unik, Totto-Chan pun sangat senang dan betah, disana teman-temannya juga sangat mengasikkan. Totto-chan tidak menyadari bahwa selain ia belajar bernyanyi, berhitung dan mengambar sekolah ini juga mengajarkan banyak hal mengenai persahabatan, rasa hormat dalam menghadapi orang lain, serta kebebasan untuk menjadi diri sendiri.
Penasaran perbedaan apa yang terjadi dalam persahabatan totto chan dan Yasuaki chan, apakah persabatan mereka terus terjalin walaupun ada sebuah perbedaan ? Penasaran dengan  bagaimana cara ibu Totto chan mendidik Totto chan dengan segala kenakalan yang Totto chan perbuat ? dan Bagaimana cara Pak  Sosaku Kobayashi memberikan sistem pendidikan di sekolahnya dan apakah  Tomoe Gakuen akan terus berkembang dengan sistem pendidikan yang dibuat oleh Pak Sosaku Kobayashi ataukah justru akan hancur ? , makanya ayuk segera membaca Totto chan, dijamin akan menyesal jika gak baca.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar